Wakil Bupati Abdya: Di Sekolah Harus Ada Tempat Cuci Tangan

  • Whatsapp
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT memakaikan masker kepada salah satu siswa saat meninjau kesiapan sekolah melaksanakan kembali proses belajar tatap muka saat kondisi New Normal di salah satu SMP kabupaten setempat, Senin (13/7/2020) (Foto/Mustafa)

Blangpidie | republikaceh – Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Muslizar MT mengistruksikan kepada seluruh sekolah di kabupaten setempat untuk memiliki tempat cuci tangan sebagai salah syarat standar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

“Saat anak-anak ke sekolah, selain harus pakai masker, di sekolah juga harus ada tempat cuci tangan,” Ungkap Wabup saat meninjau salah satu Sekolah Menegah Atas SMA Negeri di Kabupaten Abdya, Senin, (13/7/2020)

BACA JUGA

Kehadirannya tersebut, dalam rangka meninjau kesiapan sekolah untuk melaksanakan kembali proses belajar tatap muka saat kondisi New Normal bagi SMP dan SMA sederajat didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Abdya, Jauhari, S.Pd.

Wabup menuturkan, belajar di rumah bagi siswa di Abdya dimulai sejak 16 Maret 2020 lalu dan kini sudah usai. Siswa SMA dan SMP sederajat sejak Senin, 13 Juli 2020 mulai menjalani kegiatan belajar mengajar di sekolah masing -masing.

“Protokol kesehatan menjadi hal penting dalam menjalankan proses belajar tatap muka dimasa seperti ini. Sekolah tentu harus siap menyediakan fasilitas pendukung, seperti kesediaan masker, tempat cuci tangan dan terus mensosialisasikan kepada siswa untuk selalu untuk menjaga jarak dan tidak melepas masker,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga meminta agar pihak sekolah benar-benar menerapkan protokol kesehatan sebagaimana telah dilakukan himbauan sebelumnya.

“pihak sekolah untuk tidak main-main dengan hal ini, sebab akan sangat beresiko bagi semua kalangan. Perlu dipastikan dan segera tanggulangi jika ada kekurangan,” tegasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Abdya , Jauhari membenarkan jika semua siswa SMA dan SMP telah mulai belajar tatap muka di sekolah.

“Hari ini (Senin, 13/7/2020) kita meninjau kesiapan sekolah melaksanakan proses belajar mengajat secara tatap muka bagi siswa SMP dan SMA sederajat bersama Wakil Bupati,” ujarnya

Dirinya menjelaskan, pelaksanaan proses belajar mengajar di tengah pandemi COVID-19 ini mengacu pada protokol kesehatan seperti yang diterapkan oleh pemerintah daerah.

“Dalam satu ruang kelas diisi minimal 18 siswa dengan sistem belajar bergiliran. Bangku belajar siswa disesuaikan berjauhan. Siswa wajib mengenakan masker, mencuci tangan dan setiap siswa dicek suhu tubuh sebelum masuk ruang belajar,” pungkasnya (Mustafa)

REKOMENDASI