Masih Kabur, Pelaku Pembobol ATM di Lhokseumawe Diminta Menyerahkan Diri

  • Whatsapp
Pihak Kepolisian Lhokseumawe memperlihatkan barang bukti kasus pembobolan ATM BNI saat melakukan konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (13/7/2020) (Foto/Ist)

Lhokseumawe | republikaceh – Tim gabungan Sat Reskrim Polres Lhokseumawe dan Subdit Jatanras Dit Reskrimum Polda Aceh mengungkap kasus pembobolan ATM yang ada di Kecamatan Samudera, Aceh Utara yang terjadi Senin (13/7/2020) kemarin.

Saat ini, petugas masih mencari seorang pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pembobolan ATM tersebut. Hal ini dikatakan Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto saat konferensi pers di Mapolres Lhokseumawe, Selasa (14/7/2020).

BACA JUGA

“Masih ada satu orang lagi yang buron berinsial RP masih dalam pengejaran, kami imbau agar segera menyerahkan diri,” tegas Kapolres didampingi Wakapolres, Kompol Ahzan beserta Kasat Reskrim, Iptu Yoga Panji Prasetya dan Kasubbag Humas, Salman Alfarisi.

Personil Kepolisian di Lhokseumawe mengawal 3 pelaku pembobol ATM BNI saat melakukan Konferensi perss di Mapolres setempat, Senin (13/7/2020) (Foto/Ist)

Ia menjelaskan, sementara untuk tiga orang pelaku lainnya yang ditangkap yakni KB (25), NF (33) dan ZF (31) yang merupakan karyawan kontrak aktif serta mantan karyawan PT SSI yakni perusahaan yang membidangi masalah ATM itu terancam hukuman tujuh tahun penjara.

“Ketiga pelaku terancam Pasal 363 Ayat 1 ke 3 jo Pasal 362 jo Pasal 53 jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” kata Kapolres.

Baca juga: Pembobol ATM BNI di Lhokseumawe Ditangkap, Satu Orang Buron

Diakui, dalam beraksi masing-masing pelaku ini memiliki peran yang berbeda. Dimana, KB sebagai orang yang memberikan kunci mesin, NF masuk ke ATM dan mengambil uang serta ZF sebagai sopir yang membawa mobil minibus jenis Avanza untuk melakukan kejahatan.

“Menurut keterangan pelaku ini telah direncanakan sudah dua bulan lalu sekitar Mei, mereka berencana dan beraksi berempat,” jelas AKBP Eko Hartanto.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti dua buah kaset ATM, sebuah rijek, uang tunai senilai Rp 64 juta, sebuah tas, obeng, satu set kunci serta mobil yang digunakan para pelaku. (A)

REKOMENDASI