Hadapi Kasus Pengelapan Uang Nasabah, Karyawati BRI Abdya Sewa Pengacara 

  • Whatsapp
Rs alias Vina (26) saat menandatangani salah satu surat kuasa, Kamis (16/7/2020)(Foto/Mustafa)

Blangpidie | republikaceh – RS alias Vina (26) oknum karyawati Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpdie, Aceh Barat Daya (Abdya) yang diduga melakukan penggelapan dan penipuan uang nasabah dikabarkan telah menyewakan pengacara untuk membantu dirinya dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, pengacara yang akan membantu RS untuk menyelesaikan kasusnya itu yakni Syahrul Rizal, SH, MH dan Associates berasal dari kantor hukum Law Firm, berasal dari Kota Banda Aceh.

BACA JUGA

Dalam penangganan kasus tersebut, Syahrul juga dibantu oleh beberapa advokat yang tergabung didalam tim kuasa hukum yaknu Najmuddin, S.H, Indah Widyanes Reflin, S.H, Shidqi Ilyasin, S.H, Hendra, SH, Ikhsan Fajri, S.H, M.A, dan Deri Sudarma,S.H.

Syahrul Rizal, SH, MH yang merupakan Sekjend Peradi Aceh membenarkan, bahwa dirinya telah diminta oleh saudari RS alias Vina untuk menjadi kuasa hukum dalam menghadapi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dan tindak pidana Perbankan yang saat ini dalam penanganan Kepolisian Resort (Polres) Abdya.

“Iya benar, saudari vina adalah klien kami, dan kami akan mandapingi beliau untuk membela hak hak hukumnya selaku tersangka dalam menghadapi kasus hukum yang sedang dihadapi.” ungkapnya dalam rilis yang diterima awak media, Kamis malam, (16/7/2020).

Syahrul juga menjelaskan, dia bersama tim kuasa hukum nantinya akan memberi keterangan resmi perihal perkembangan kasus ini serta bertindak atas nama klien dalam memberi keterangan di media agar tidak ada ketimpangan atau simpang siur berita terkait kasus ini.

“Kita minta rekan-rekan media langsung mengkonfirmasi ke kami terkait adanya pemberitaan- pemberitaan yang bersinggungan dengan kasus ini maupun terkait hal-hal yang ingin teman-teman media ketahui.” Ucapnya.

Pihaknya juga akan meluruskan beberapa pemberitaan yang selama ini dianggap tidak sesuai dengan fakta yang terjadi, diantaranya terkait hubungan kliennya dengan suami yang dikabarkan sudah bercerai, menurut syahrul perlu di luruskan bahwa hal tersebut tidak benar.

“Kami melihat banyak pemberitaan yang keliru yang beredar dimedia, sehingga terkesan memvonis klien kami dengan tidak adil secara sosial, misalnya terkait hubungan rumah tangganya yang kami pastikan baik-baik saja” lanjutnya.

Selain itu, sambungnya, tim kuasa hukum juga memberi klarifikasi terkait pemberitaan bahwa kliennya menyimpan aset sampai puluhan milyar seperti yang santer diberitakan sehingga menimbulkan spekulasi yang liar ditengah masyarakat.

“Terkait aset yang dituduhkan sampai puluhan milyar hal tersebut tidak sesuai dengan fakta dan kita juga menunggu hasil Penyidikan dari Polres Abdya,” kata dia.

Bagi syahrul menangani kasus yang berkaitan dengan perbankan ini bukanlah yang pertama kali, sebelumnya ia juga pernah menangani beberapa kasus dengan modus yang hampir sama dengan kasus vina, diantaranya kasus pembobolan Bank Aceh di sabang dengan total nilai kerugian mencapai 9,3 Milyar tahun 2011 dimana pelakunya juga Karyawan Bank tersebut yang berprofesi sebagai Customer Service (CS) dan kasus Bank Mandiri Kuala Simpang, Aceh Tamiang.

“Dalam menghadapi kasus Vina, saya juga akan dibantu oleh beberapa advokat yang tergabung didalam tim kuasa hukum seperti saudara, Najmuddin, S.H, Indah Widyanes Reflin, S.H, Shidqi Ilyasin, S.H, Hendra, SH, Ikhsan Fajri, S.H, M.A,” pungkasnya. (Mustafa)

REKOMENDASI