PDP COVID-19 di Aceh Selatan Ditemukan Usai Melarikan Diri, RSUDYA Tapaktuan Perketat Pengawasan

  • Whatsapp
Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes Sp.Og saat ditemui awak media di RS setempat, Jumat (17/07/2020) (Foto/Zulfan)

Tapaktuan | republikaceh – Direktur RSUDYA Tapaktuan, dr. Erizaldi, M.Kes Sp.Og menegaskan akan memperketat pengawasan di RS Yuliddin Away Tapaktuan, Aceh Selatan.

Langkah tersebut diambil setelah sebelumnya seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di RS itu melarikan diri saat para petugas medis sedang melakukan penanganan terhadap PDP lain.

BACA JUGA

“Kejadian ini menjadi pembelajaran untuk kami agar lebih waspada terhadap pasien PDP. Mereka rentan dengan depresi sehingga melarikan diri dari Isolasi,” ujar Erizaldi, Jumat (17/7/2020) di Tapaktuan.

Untuk kedepan, lanjutnya, akan dilakukan peningkatan pengawasan terhadap para pasien, baik di segi keamanan mau pun memperkenalkan pasien kepada seluruh staf dan satpam RSUD Yuliddin Away Tapaktuan sehingga para karyawan turut ikut memantau dan mengetahui pasien PDP tersebut.

Dirinya menerangkan, Sebelumnya seorang PDP di Aceh Selatan melarikan diri dari Rumah Sakit Yulidin Away Tapaktuan, Kamis (16/8/2020) saat para tenaga medis sedang melakukan perawatan di ruang Isolasi para pasien.

“Pasien tersebut lari secara tiba-tiba saat petugas sedang melayani PDP yang lain” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, Setelah dilakukan pencarian, pasien tersebut berhasil ditemukan di Desa Air Berudang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan. Kemudian langsung dibawa kembali ke RSUD Yulidin Away Tapaktuan.

“Petugas rumah sakit mencoba menghubungi yang bersangkutan via teleponnya. Pasien mengangkat telepon, Alhamdulillah, respon telepon dari petugas kita disambut baik oleh pasien, akhirnya bersedia balik ke RSUDYA,” tutup (Zulfandi)

REKOMENDASI