Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Abdya Salurkan 200 Ton Benih Padi Untuk Petani

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Abdya, Nasruddin saat dimintai keterangannya, Senin (20/7/2020) (Foto/Mustafa).

Blangpidie | republikaceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) melalui dinas Pertanian dan Pangan, menyalurkan 200 ton lebih benih padi unggul untuk para petani dalam memperkuat ketahanan pangan di tengah pandemi Covid-19, Senin (20/7/2020).

“Iya benar, ada sekitar 200 ton Iebih benih padi unggul yang akan kita disalurkan kepada para petani secara gratis,” kata Kepala Dinas Pertanian Dan Pangan (Distanpan) Abdya, Nasruddin.

BACA JUGA

Benih padi unggul, kata dia, kita berikan secara gratis kepada petani pada Musim Tanam (MT) gadu 2020 yang bersumber anggaran dari APBK, APBA, dan APBN.

“Pengadaan benih padi unggul untuk MT gadu 2020 ini ada dari sejumlah sumber anggaran, baik dari sumber APBK, APBA maupun anggaran APBN dan ada juga melalui kegiatan ketahanan pangan guna mengurangi dampak pandemi Covid-19,” ucapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, pengadaan benih dalam program ketahanan pangan, Pemerintah menyediakan benih padi unggul untuk petani seluas 1.000 hektar lahan sawah.

“Selain benih, Pemerintah juga mengratiskan biaya bajak lahan termasuk memberikan pupuk gratis untuk 1.000 hektar lahan sawah tersebut,” terang Nasruddin.

Diakui Nasruddin, untuk Program ketahanan pangan tersebut, pihaknya pernah mengusulkan agar program itu diterapkan diseluruh Kecamatan dalam Kabupaten Abdya.

“Tahun lalu kita mengusulkan program ini diseluruh Kecamatan, namun dari pihak Provinsi maunya kegiatan ini di satu hamparan sawah yang luas,” katanya.

Karena itu, tambahnya, untuk melancarkan program tersebut, pihaknya mengusulkan areal sawah yang memiliki irigasi teknis, seperti Kecamatan Babahrot, Kuala Batee, TanganTangan, Manggeng dan Kecamatan Lembah Sabil.

“Kecamatan Susoh, Blangpidie, dan Jeumpa, Pemerintah menerapkan kegiatan IPBOO dengan luas lahan sawah 1.300 hektar termasuk penyangganya,” papar Nasruddin.

Pada kesempatan itu, program IPBOO dikawasan tersebut mengunakan APBA 2020, dimana benih, pupuk dan biaya bajak juga ditanggung. “Program ini kini tengah berjalan, sudah 85 persen lahan sawah selesai dibajak petani,” imbuh Nasruddin.

Sedangkan di Kecamatan Setia, terang Nasruddin, tahun ini Pemerintah lebih memfokuskan program tanam Jagung, karena sebahagian lahan sawah dikawasan itu terkendala air lantaran tengah dibangunnya irigasi.

“Di Setia, 30 persen dari luas lahan sawah sudah dilakukan CP/CL tanam Jagung, karena ada 225 hektar sawah disana terkendala air yang disebabkan irigasinya sedang dibangun,” demikian pungkasnya. (Mustafa)

REKOMENDASI