Tolak RUU HIP, Massa Bakar Bendera PKI di Aceh Barat

  • Whatsapp
Detik – detik pembakaran bendera PKI, Senin (20/7/2020) (Foto/Ist)

Meulaboh | republikaceh – Sejumlah lembaga Mahasiswa, Ormas, LSM, dan OKP yang dalam gabung dalam Gerakan Rakyat Mahasiswa Menuntut Keadilan (GRMMK) melakukan aksi Demonstrasi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Awnibus Law dan Transparansi Anggaran Covid-19, di depan Kantor DPRK Aceh Barat, Senin (20/7/2020).

Dalam aksi tersebut massa juga membakar bendera berlambang palu arit sebagai bentuk penolakan RUU HIP dan perlawaan terhadap kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

BACA JUGA

“Kami dengan Tegas Menolak RUU HIP dan Awnibus Law, Kami tidak akan membiarkan negara ini di hancurkan oleh PKI maka kami menuntut agar RUU ini dicabut dari prolegnas,” kata Adil Kurniawan Koordinator aksi GRMMK.

Lebih lanjut, kata Adil, RUU HIP menjadi polemik di tengah masyarakat saat ini, karena RUU usulan DPR itu dianggap memeras Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila.

“RUU HIP tidak mencantumkan Tap MPRS XXV Tahun 1996 yang melarang ajaran komunisme dalam konsideran, Beberapa ormas islam telah menyatakan pendapatnya menolak RUU ini.” ujarnya.

Tak hanya itu, mereka juga tegas menolak RUU Ownibus Law karena dinilai RUU Cipta Kerja sangat merugikan pekerja dan meminta transparansi anggaran Covid-19.

“RUU Ownibus Law menindas kaum buruh yang ada hanya menguntungkan pengusaha dan investor dan juga meminta transparansi penggunaan anggaran Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Barat Samsi Barmi menyampaikan, bahwa mereka akan menindak lanjuti semua tuntutan masyarakat dan mahasiswa.

“hari ini Langsung kita teken petisi dan juga akan kita surati ke provinsi agar mereka juga menyurati ke pusat untuk penolakan semua itu, kalau hal menyangkut dengan keamanan negara dan bangsa kita tidak akan pernah main-main,” kata Ketua DPRK Aceh Barat, Samsi Barmi di dampingi Anggota DPR lainya. (Mahlil)

REKOMENDASI