Dituding Menipu, Anton Sumarsono Melapor

  • Whatsapp
Anton Sumarto saat melapor ke SKPT Polres Abdya

Blangpidie | republikaceh – Anton Sumarno meluapkan emosinya karena dituduh sebagai penipu dan berencana melaporkan persoalan ini kepada pihak berwajib.

Lagi siap-siap (lapor polisi), katanya. “Hal ini, akan segera dilaporkan ke polisi, terkait pencemaran nama baik yang dituding kepada drinya, sebut Anton, Selasa, (21/7/2020).

BACA JUGA

Selama ini, menurut Anton, ia telah dituding sebagai penipu dengan ikut serta meyakinkan orang lain tentang kasus pengelapan disertai penipuan dilakukan oleh oknum bekerja di BRI, inisial RS (26), pekan lalu.

“Orang-orang tersebut, dinilainya telah menyerang kehormatan dirinya. Seperti menuduh ia sebagai penipu.” katanya.

Selama ini saya diam dan ngalah, namun, setelah saya pikir, klarifikasi terbaik itu ada dua, pertama di penegak hukum. Selama ini, itu saya jalani. Kedua, regulator sama ke penegak hukum. “Jadi kalau saya dipanggil polisi saya datang, karena mereka lapor.”

Saya, tegas Anton, bukanlah tipikal orang lari dalam masalah. Dengan tudingan itu, hari ini saya telah membuat laporan denga nomor LP-B/47/VII/RES.1.14/2020/SPKT, pungkasnya, sela membuat laporan ke SKPT Polres Abdya.

Dengan adanya laporan ini, saya berkeinginan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak seperti apa yang dituduhkan. Saya juga korban dalam perbuatan oknum itu, imbuhnya.

“Saya juga menjadi korban, sama seperti Ibu Zahraini, yang mengaku mengalami kerugian atas perbuatan dugaan penipuan dilakukan saudari RS. Dalam hal ini saya juga mengalami nasib serupa dengan ibu itu.”

Bahkan, bukan hanya itu saja, RS juga telah menyalah gunakan rekening pribadi miliknya, guna kepentingan RS, melakukan dugaan modus penipuan, tandas Anton.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan permasalahan terjadi, sebelumnya ia sudah pernah melayangkan somasi kepada Ibu Zahraini. “Tanggal 8 juli 2020, dengan tujuan agar Ibu Zahraini, meminta maaf kepada saya dan keluarga atas tuduhan penipuan berdasarkan surat di layangkannya kepada Ketua DPRK Aceh Barat Daya, tembusan kepada DPP PNA dan DPW PNA Abdya.”

Jadi, sekali lagi saya tegaskan, dalam hal ini, saya juga termasuk korban. Sama seperti yang dialami Ibu Zahraini, mengalami kerugian atas perbuatan saudari Vina. Kerugian saya terima, bahkan lebih besar dari ibu, ungkap Anton.

Selain itu, masih menurutnya, beberapa hal yang disampaikan Ibu Zahraini, ada beberapa kejanggalan kronologis disampaikannya dalam keterangan. Hal itu tentunya sangat merugikan saya secara pribadi.

“Terkait hal itu, nanti akan saya buktikan setelah jangka waktu somasi saya selesai.”

Kedepan, Anton berharap, masyarakat jangan hanya mendengar sepihak tanpa menggali dulu dan mendapatkan informasi secara utuh darinya, dan bertanya bagaimana kronologis sebenarnya kepada sumber serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Padahal pada kenyataannya, dalam kejadian ini, saya juga korban dari kasus ini.”

Disisi lain, dia menambahkan, kita tunggu saja bagaimana proses selanjutnya dari pihak berwajib. Kepada masyarakat, saya mehimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial sehingga tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya (HOAX).

“Karena, hal itu bisa menjatuhkan harkat dan martabat seseorang. Dimana konsekuensinya adalah, terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik,” saran Anton Sumarno. (Mustafa)

REKOMENDASI