Satu Pasien COVID-19 Tidak Dirawat di Ruang Isolasi Khusus RSUTP Abdya

  • Whatsapp
Dinas Kesehatan Abdya, Safliati, Mkes, Jum’at (24/7) (Foto/Mustafa).

Blangpidie | republikaceh – Seorang warga asal Kecamatan Lembah Sabil, Aceh Barat Daya (Abdya) tidak melakukan perawatan medis di Ruang Isolasi Khusus (RIK) Rumah Sakit Umum Teungku Peeukan (RSUTP) kabupaten setempat.

Pasien yang terkonfirmasi Virus corona ini merupakan istri dari MR berinisial MS (55). MS masih dalam masa berkabung akibat suaminya inisial MR (63) yang juga merupakan pasien positive COVID-19 meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Safliati, SST, Mkes menerangkan, suami MS juga pasien positif corona yang meninggal dunia sebelum hasil swab tes dari Balitbangkes Aceh keluar.

“Bukan tidak dirawat, tapi saudari MS ini sedang memasuki masa berkabung, jadi kita minta kepada pasien untuk mengisolasi mandiri dirumah untuk sementara dulu, dan sejauh ini kesehatan beliau juga baik-baik saja, sedangkan yang dua orang lagi juga sehat-sehat saja kesehatannya,” ungkap Safliati yang merupakan selaku Juru Bicara (Jubir) Covid-19, Jum’at (24/7/2020).

Lebih lanjut diungkapkannya, terkait kapan pasien tersebut akan kembali dirawat di RIK RSUTP Abdya, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Sekrektaris Daerah (Sekda) Drs. Thamrin. Kemudian, sebab,akuinya, pasien tersebut juga tidak diberikan izin untuk berinteraksi dengan orang lain.

“Kalau petugas untuk memantau pasien itu langsung dari Puskemas Lembah Sabil, dan anak MS satu orang dokter dan satu orangnya perawat, jadi selama ini mereka sangat kooperatif sama kita,” demikian ucapnya.

Pada kesempatan itu,Safliati mengaku pihaknya akan terus melakukan swab kepada tiga pasien ini sampai hasilnya keluar negative. Kita juga meminta kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokoler kesehatan, karena kita belum tahu sumber atau clauster mana yang membuat pasien ini terkontaminasi corona, sebab selama ini mereka tidak ada riwayat perjalanan,” tutupnya. (Mustafa)

REKOMENDASI