Pemenang Tender Mesjid Besar Aceh Jaya Tahap III, Dinilai Cacat Administrasi

  • Whatsapp
Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB meninjau lokasi pembangunan Masjid Besar Calang, Senin (15/10/2019) (Dok: republikaceh)

Calang | republikaceh – Pengumuman pemenang tender pekerjaan Mesjid Besar, Kabupaten Aceh Jaya (Tahap III), yang dimenangkan perusahaan PT. Pilar Jurong Sejati, satu rekanan, PT. Nila Nasra Nina, membuat surat sanggahan.

Anasra saat dihubungi mengatakan, dalam hasil evaluasi menyatakan perusahaannya tidak menyampaikan jaminan penawaran asli hingga batas akhir upload, Jum’at tanggal 15 Mei 2020, pukul 12.00 WIB.

BACA JUGA

“Sementara kami ada membawa jaminan asli itu ke Kantor ULP, sesuai tanggal dan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. Tetapi, sesampainya di kantor guna menyerahkan jaminan asli, malah pihak pokja tidak berada ditempat.”

Saat dihubungi, nomor telepon seluler Ketua Pokja tidak aktif. Bahkan petugas yang berada di kantor itu juga tidak mau menerima jaminan penawaran kami tersebut,” sebutnya, Senin, (27/7/2020).

Anasra menilai, pengumuman yang dimenangkan oleh PT. Pilar Jurong Sejati, itu cacat administrasi. “Karena itu sanggahan ini kita buat dan Itu bukan tanpa alasan, tandasnya.

Selain itu, beber Anasra, hal lainnya, mereka tidak mengupload Surat pernyataan pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai pegawai K/L/PD atau pimpinan dan pengurus badan usaha sebagai pegawai K/L/PD yang sedang mengambil cuti diluar tanggungan negara.

Mereka juga tidak mengupload salah satu persyaratan daftar pengalaman personil dan surat referensi pemberi kerja (di dokumen lembar dokumen pemilihan point M.4b. Daftar pengalaman personil dan referensi dari pemberi kerja, keduanya dipersyaratkan).

Kemudian, pada dokumen penawaran PT. Pilar Jurong Sejati, dokumen itu ada yang ditanda tangani oleh direktur utama dan ada juga di tandatangani oleh direktur cabang. Apakah itu boleh. Satu dokumen tersebut ditanda tangani oleh direktur utama dan direktur cabang? Tanya Anasra.

Besar kemungkinan, masih kata dia, ada potensi dugaan kerugian negara dengan dimenangkan perusahaan PT. Pilar Jurong Sejati sebesar Rp13.079.127 (Tiga belas juta tujuh puluh sembilan ribu seratus dua puluh tujuh rupiah), yaitu selisih harga penawaran PT. Pilar Jurong Sejati dengan harga penawaran PT. Nila Nasra Nina.

Dengan bahan sanggahan itu, kami meminta pokja pemilihan pengadaan barang/jasa Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya, tahun anggaraan 2020, untuk menganulir atau membatalkan perusahaan PT. Pilar Jurong Sejati, sebagai pemenang tender.

Anasra juga mengatakan, menurutnya, terindikasi pihak pokja tidak teliti atau profesional dalam mengevaluasi perusahaan tersebut. Dengan alasan itu kami meminta pokja memenangkan perusahaan PT. Nila Nasra Nina, untuk paket pekerjaan Pembangunan Mesjid Besar Kabupaten Aceh Jaya (Tahap III).

Kami juga meminta pihak penegak hukum untuk menggelar perkara/mengaudit forensik dokumen lelang dari PT. Pilar Jurong Sejati, apakah benar-benar sempurna dokumen penawaran mereka serta bagaimana kinerja pokja yang memenangkan PT. Pilar Jurong Sejati, terkesan sangat dipaksakan, tambahnya.

“Bila sanggahan ini tidak diindahkan, saya menegaskan, pihak kami akan menempuh jalur hukum, sesuai dengan peraturan perundang-undangan berlaku.

Sementara, Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya, Sofyan, ia membenarkan adanya sanggahan tersebut. Namun demikian, hal itu tengah kami telaah dan mempelajarinya, singkatnya.

Terkait adanya dugaan lain, seperti adanya kerjasama antara perusahaan dimenangkan, ia memilih bungkam menjawab pertanyaan wartawan. (Vid)

REKOMENDASI