Bupati Aceh Jaya Beri Dukungan 22 Tenaga Medis sedang Isolasi Mandiri di RSUD Teuku Umar

  • Whatsapp
Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB bersama Sekretaris Daerah, Mustafa Ibrahim didampingi Direktur RSUD Teuku Umar Calang, dr. Eka Rahmayuli, mengunjungi 22 tenaga medis yang sedang menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Umum Daerah setempat, Rabu (5/8/2020) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – Sebanyak 22 tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Teuku Umar Calang yang sedang menjalani isolasi mandiri, mendapat kunjungan Bupati Aceh Jaya T Irfan TB, Rabu (5/8/2020)

Kedatangan orang nomor satu tersebut bertujuan untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para tenaga medis yang pernah merawat pasien reaktif COVID-19.

BACA JUGA

“Ada 22 orang tenaga medis sedang menjalani isolasi mandiri, Mereka memiliki riwayat kontak dengan pasien reaktif COVID-19 yang telah di rujuk ke RSUZA Banda Aceh,” kata Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB usai kunjungan di RSUD Teuku Umar.

Selain mengunjungi para tenaga medis, T. Irfan TB juga melakukan pengecekkan terhadap ruang isolasi dan evaluasi kesiapan IGD serta mendengar keluh kesah para tenaga medis selama pandemi COVID-19.

“Mereka (Tenaga Medis) merupakan yang terdepan dan selalu berinteraksi dengan pasien, baik sudah dinyatakan reaktif COVID-19 mau pun tidak, maka sudah selayaknya kita memberikan dukungan dan semangat kepada mareka,” ungkap Irfan.

Selain itu, dirinya juga mengupayakan penambahan dan peningkatan terhadap perlengkapan tenaga medis, serta alat kesehatan di setiap puskesmas dalam Kabupaten Aceh Jaya.

Sejauh ini, lanjutnya, Ada 2 pasien Reaktif COVID-19 di Aceh Jaya. Satu Pasien telah di rujuk le RSUZA Banda Aceh dan satunya lagi masih dirawat di ruang isolasi RSUD Teuku Umar Calang.

“Kita menghimbau agar warga terus waspada, dan mematuhi protokol kesehatan serta jangan meremehkan keberadaan COVID-19 di Aceh Jaya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Teuku Umar Calang, dr. Eka Rahmayuli kepada awak media menjelaskan jika sejauh ini kesediaan APD di RSUD Teuku Umar Calang masih mencukupi.

“yang terkendala hanya alat uji swab yang belum memadai, maka setiap adanya pasien reaktif langsung kita kirimkan sampel ke Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkasnya. (Mahlil)

REKOMENDASI