Tragedi Pulot dan Cot Jeumpa Hingga Kekinian

  • Whatsapp
Ilustrasi (Foto/Republikaceh)

Leupung | republikaceh – Peristiwa kelam pernah terjadi puluhan tahun silam di Kecamatan Leupung dan Cot Jeumpa, Kecamatan Lhong Kabupaten Aceh Besar. Hentakan oknum militer menyeret warga berdiri berjejer di Pantai Pulot.

Dalam amukan kemarahan membara itu, para oknum prajurit pada masa itu menyeret warga berdiri berjejer di Pantai Pulot. Mereka menggiring anak-anak, pemuda, serta orangtua ke pantai. Setelah diperintahkan menghadap lautan lepas, lalu moncong senapan otomatis memuntahkan ratusan amunisi menyebabkan 70 orang meninggal dunia ditempat. Lima orang lainnya luka-luka.

Peristiwa itu, diceritakan Muslim, Ketua Pemuda Kecamatan Leupung, mewakili tokoh masyarakat. “Bukan untuk membuka luka lama, Ini hanya sebagai pengingat tragedi kelam pernah terjadi di masa lalu, tanggal 29 Febuari 1955,” imbuhnya, beberapa hari lalu.

Ketua Pemuda Kecamatan Leupung, Muslim (Foto/Ist)

Semoga, harap Muslim, peristiwa itu tidak terulang lagi di masa datang dan pemerintah diharapkan bisa memugar kembali pemakaman para syuhada tersebut.

Dengan adanya peristiwa itu, guna mengenang para syuhada, pihak masyarakat rutin melaksanakan acara kenduri di Pulot ini setiap tahunnya. “Supaya generasi kita mengetahui tentang sejarah kelam terjadi tersebut.” ujar Muslim.

Akan tetapi, lebih lanjut dikatakannya, bukan hanya hal itu saja harus peduli, pihak-pihak terkait juga dapat membantu mengenang peristiwa pembantaian masyarakat yang tidak ada sangkut pautnya dengan penghadangan dilakukan kelompok DI/TII di jembatan nomor dua Gunung Paro kepada pasukan militer Indonesia.

Kejadian itu sebuah sejarah kelam dan itu adalah bagian nilai sejarah pengetahuan bagi generasi. Tidak terlepas dengan bencana tsunami 2004 terjadi di Kecamatan Leupung ini, menurut Muslim, di sini layak dibangun tugu tsunami, sarannya.

Selain itu, terkait lokasi wisata, Muslim mengingatkan masyarakat datang berwisata di Leupung ini, diharapkan tetap menerapkan standar SOP COVID-19, sesuai aturan berlaku dan sebagaimana sudah di sosialisasikan Pemuda Lepung. “Sehingga kita bisa terhindar dari wabah tengah merebak ini.” pungkasnya (Redaksi)

REKOMENDASI