Saran dari DPC Gerindra Aceh Jaya tentang Penyediaan Lahan Eks GAM

  • Whatsapp
Ketua DPC Gerindra Aceh Jaya, Nurdin Abdullah (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – Penyediaan lahan perkebunan kepada Eks GAM akan segera direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Aceh Jaya dan pengerjaannya dimulai tahun ini.

Akan direalisasikannya penyediaan lahan perkebunan kepada eks GAM, khususnya di kabupaten oleh pemkab setempat yang pengerjaannya dimulai tahun ini, Partai Gerindra DPC Aceh Jaya menilai, itu merupakan satu langkah baik dari pemerintah.

Nurdin Abdullah, Ketua DPC Gerindra mengatakan, program tersebut merupakan satu langkah baik dari Pemkab Aceh Jaya dan dirinya mengapresiasi langkah tersebut. Sebelumnya, hal itu
merupakan bagian dari janji Pemerintah RI kepada GAM dalam point ketika terjadinya perundingan Helsinky, 15 tahun silam.

“Partai Gerindra Aceh Jaya, akan memberikan perhatian serius atas program ini. Penyediaan lahan bagi eks kombatan, itu bagian penting guna upaya merawat damai Aceh,” ujarnya Nurdin, Minggu (23/8/2020).

Hal yang paling mendasar masih menjadi perhatian kami, Nurdin menjelaskan, bahwa penerima manfaat program ini nantinya harus tepat sasaran. Yaitu, benar-benar diterima mantan kombatan. Jangan hanya nama saja lahan mantan kombatan, tetapi nanti yang menikmatinya orang lain.

“Bila itu terjadi, tentunya sangat mencederai masa penantian dari mantan kombatan setelah 15 tahun perdamaian terjadi,” lanjutnya

Hal ini, diterangkannya, bukan maksudnya mencurigai. Akan tetapi, ini hanya sebagai pengingat, agar program yang bertujuan baik ini bisa terlaksana dan sesuai dengan peruntukan. Sehingga, setelah terlaksana nantinya tidak akan menimbulkan konflik baru ditengah-tengah masyarakat.

Selain itu, ia menyarankan Pemerintahan Kabupaten Aceh Jaya untuk membuka ruang partisipasi publik. Terutama, dengan dilibatkan para mantan kombatan.

“lebih baik lagi, bila diadakan uji public atas calon penerima lahan. Kemudian, umumkan nama-mana calon penerima,” sarannya

Selain itu, kata Nurdin, beri juga kesempatan kepada publik untuk memberi masukan. Menurutnya, Hal tersebut sah-sah saja didaksanakan. Sehingga tujuan apa yang diperuntukan bisa tepat
sasaran.

Namun, bukan hanya itu saja, Ketua DPC Gerindra berharap, dalam pemberian lahan kepada mereka yang berhak, itu menjadi sangat penting untuk dikawal. Sebab, jelas Nurdin Abdullah, penyediaan lahan bagi eks kombatan, itu salah satu kompensasi diberikan pemerintah kepada para mantan GAM dan tertulis jelas dalam perjanjian damai.

“saya berharap, kepada SKPK maupun lembaga diberikan mandat oleh Bupati Aceh Jaya untuk penyediaan lahan mantan GAM, hendaknya bisa membuat perencanaan secara terukur dan konferhensif,” sarannya lagi.

Sehingga, tambahnya, hasilnya nanti benar-benar dapat meningkatkan taraf ekonomi eks kombatan. Khususnya para mantan GAM masih dalam taraf hidup ekonomi kurang mampu. Selain itu, program tersebut jangan hanya perencanaan saja yang baik, Sedangkan, realisasinya jauh dari kata baik.

“Pelaksanaannya maupun outputnya juga harus baik,” pungkasnya.

Menurut Nurdin, program ini nantinya jangan hanya diukur dari kegiatan sekedar bagi-bagi lahan saja. Berilah kebun yang telah produktif dan siap untuk dipetik hasilnya. Apabila nanti dianggap perlu, pada tahap awal SKPK atau dinas terkait boleh juga menyediakan jasa pengelolaan dengan skema menguntungkan bagi penerima manfaat.

Sebagai Ketua Partai Gerindra di Aceh Jaya, Nurdin Abdullah mehimbau kepada para kader, khususnya masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya, untuk mengajak masyarakat terlibat dan mengawal program ini.

“Mari kita pastikan penyediaan lahan kepada mantan kombatan oleh Pemkab Aceh Jaya, benar-benar terlaksana dengan baik. Tepat sasaran dan dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan kabupaten ini,” demikian kata Nurdin Abdullah. (Mahlil)

REKOMENDASI