Pandangan IKA: Dahlan A. Rahman Layak Pimpin IAIN Lhokseumawe

  • Whatsapp
Wakil Sekjend IKA IAIN Lhokseumawe, Ridha Amany, SH (Foto/Ist)

Lhokseumawe | republikaceh – Sebagai salah satu Kampus Besar, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe saat ini sedang membutuhkan Leader yang Visioner dan mampu berfikir strategis, serta multitalenta.

Hal tersebut diungkapkan Ridha Amany. S.H, selaku Wakil Sekjen IKA IAIN Lhokseumawe, kepada republikaceh.net, Senin (12/10/2020). Menurutnya, Sejak dimulai dari Akademi Ilmu Agama (AIA) hingga bermetamorfosa menjadi IAIN, Kampus IAIN Lhokseumawe telah melahirkan kaum intelektual dan para pemikir yang tersebar hampir di seluruh pelosok negeri, bahkan hingga keluar Negeri.

Read More

“Kampus sebesar dan semegah ini tentunya membutuhkan tangan dingin dan otak encer yang mampu menterjemahkan setiap tantangan, baik itu di dunia pendidikan maupun kondisi kekinian diluar Kampus”.Ujar Ridha.

Baca juga: 8 Balon Rektor IAIN Lhokseumawe Masuk Tahap Verifikasi Berkas, Ini Harapan Presidium Forum Alumni

Dirinya berpendapat, Sosok Dr. Dahlan A. Rahman, S.Ag, M.Si, sudah tidak asing lagi di dunia kampus, di dunia penelitian, begitu juga hubungan interpersonal.

“Beliau sungguh luar biasa, hal ini terlihat dari banyaknya organisasi yang beliau tempati di posisi strategis, begitu juga hampir tiada hari beliau menyempatkan diri menghadiri undangan diskusi dan memberi materi pelatihan”. Ungkap Ridha.

Selain itu, tambahnya, hubungan dengan Pemerintah, mulai dari Kabupaten/Kota, Provinsi hingga Pusat juga sangat baik, ini terlihat dari banyaknya kegiatan berskala Nasional yang dihadiri sebagai Narasumber.

“Diusianya yang terbilang matang dan kondisi fisik yang masih bugar, tentunya kesiapan Dr. Dahlan untuk memimpin Kampus IAIN tidak kita ragukan, namun yang terpenting beliau selalu berfikir

visioner dan tidak mau terjebak dalam pragmatisme kekuasaan atau bisnis, dimana kita lihat banyak oknum mengejar jabatan-jabatan tertentu hingga mengeluarkan biaya besar, hanya dengan tujuan untuk membisniskan jabatan dan kewenangan yang dia miliki”. Imbuh Ridha.

Dirinya berharap, Rektor IAIN terpilih nanti, bukanlah dari kaum atau kelompok oportunis dan pragmatis, yang melihat Kampus sebagai objek eksploitasi fantasi bisinisnya.

“Kampus harus steril dari orang – orang yang merancang untuk mengelola kampus seperti mengelola perusahaan, dimana dia bertindak sebagai tim manajemen dan para donatur yang menggunakan black money sebagai komisaris”. Sentil Ridha.

Ridha Amany juga berharap, agar Rektor baru nantinya harus menjadikan Kampus IAIN Lhokseumawe sebagai Kampus peradaban yang dapat menjawab permasalahan ummat, menghasilkan insan akademis yang pencipta dan pengabdi berdasarkan keilmuan, keislaman dan berkearifan lokal.

“tentunya juga mampu mendongkrak kemajuan perubahan, minimal IAIN Lhokseumawe masuk dalam10 besar Kampus PTKIN se Indonesia,” tutupnya (Zaman Huri)

 

banner 728x90 banner 728x90 banner 728x90

Related posts