Terkait Bongkar Muat di Pelabuhan Calang, K-SPSI Aceh Jaya Angkat Bicara

  • Whatsapp
Logo Dewan Pimpinan Cabang Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC K-SPSI) Kabupaten Aceh Jaya, (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – Dewan Pimpinan Cabang Konferderasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC K-SPSI) Kabupaten Aceh Jaya mengharapkan semua pihak yang beroperasi di Pelabuhan Calang sebagai tempat melakukan bongkar muat barang agar memperioritaskan sumberdaya lokal di Aceh Jaya itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Juru bicara DPC K-SPSI Aceh Jaya Nurdin. S Padang melalui pesan persnya kepada media ini, Senin (19/10/2020).

BACA JUGA

” Kepada Kapal Barang atau Perusahaan yang operasional bongkar muat barangnya di Pelabuhan Calang agar memperioritaskan kerjasama dengan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) lokal di Aceh Jaya.” kata Nurdin.

Penglibatan PBM setempat tentu akan berdampak terhadap penggunaan tenaga kerja yang juga dari warga Aceh Jaya itu sendiri. Jangan sampai nanti muncul anggapan-anggapan di masyarakat. “Buya Krueng Teudong-Dong, Buya Tamong Meuraseuki” (Artinya—Warga lokal tidak mendapatkan manfaat apa-apa, sementara orang dari luar daerah yang mengambil manfaat). Karena itu, sedari awal kita perlu mengingatkan semua yang terlibat operasional di Pelabuhan itu.

Sebagai contoh, lanjutnya, salah satu perusahaan yang menggunakan Pelabuhan Calang dalam bongkar muat barangnya adalah PT MPG (Meulaboh Power Generation) sebuah perusahaan berbendera Tiongkok yang sedang membangun PLTU di Nagan Raya.

DPCK- SPSI Aceh Jaya juga mengingatkan Perusahaan tersebut agar dalam operasionalnya di Pelabuhan Calang benar-benar melibatkan sumberdaya dan Perusahaan lokal Aceh Jaya. Apalagi pada pertemuan antara PT. MPG dengan Forkopimda Aceh Jaya beberapa bulan yang lalu di Calang.

” PT. MPG menyatakan mendukung sepenuhnya pemberdayaan sumberdaya dan perusahaan lokal dalam melakukan operasionalnya di Pelabuhan Calang.” ujarnya.

Kita Juga meminta Ketegasan PT. MPG untuk melakukan evaluasi kembali Terkait dukungannya tersebut kepada pekerja & perusahan lokal di Aceh Jaya.

DPC K-SPSI Aceh Jaya akan mengawal sejauh mana realisasi atas komitmen PT. MPG untuk memberdayakan sumberdaya dan perusahaan lokal itu nantinya.

“ Sebagai wadah tempat berhimpunnya para buruh. DPCK-SPSI Aceh jaya akan terus mengawal dan mengingatkan perusahaan-perusahaan lain dan pihak manapun yang melakukan aktifitas bongkar muat barang di Pelabuhan Calang supaya memberdayakan Perusahaan dan tenaga kerja lokal Aceh Jaya.” tutur dia.

Diri mengungkapkan, K-SPSI Aceh Jaya bukan anti perusahaan luar, kami mendukung penuh investasi yang sebesar-besarnya untuk kemajuanAceh Jaya. Jadi Perusahaan-Perusahaan diluar Aceh Jaya silahkan berinvestasi, silahkan bekerja untuk pekerjaan high capital dan high technology.

” Kami siap mendukung. Tapi, kalau misalnya, untuk pekerjaan bongkar muat barang, yang sumberdaya lokalnya jelas ada, perusahaan lokal juga ada, tapi dikerjakan juga oleh perusahaan bongkar muat dari luar Aceh Jaya. Kan sangat tidak etis?” tanya dia

Sebab, kata Nurdin, Hal itu melukai perasaan orang daerah. Nanti kan orang-orang pada Tanya,  kok urusan bongkar muat saja pakai jasa perusahaan luar Aceh Jaya? kan ribet juga kita jawab, kalau itu yang terjadi bisa potensi konflik.

kami akan selalu mengingatkan semua pihak termasuk otoritas pelabuhan. Perioritaskanlah dulu sumberdaya lokal agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini. Kita tidak mau nanti ada konflik di lapangan, teman-teman kami susah untuk bekerja, pemerintah daerah susah, investasi juga terhambat, semua pihak akan rugi.

” Marilah kita belajar pada sejarah, bahwa akar dari semua konflik yang pernah terjadi diberbagai Pelabuhan di Nusantara sejak dulu, faktor utamanya disebabkan karena perusahaan-perusahaan pengguna Jasa Pelabuhan abaikan terhadap pemberdayaan sumberdaya setempat. Dan kita berharap semoga hal ini tidak terjadi di Pelabuhan Calang.” Tutupnya. (Ril)

REKOMENDASI