LSM Kita Peduli Dukung Penuh Langkah Pemkab Percepat Lahan Kombatan

  • Whatsapp
Abdo Rani Ketua LSM Kita Peduli (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – LSM Kita Peduli mendukung penuh wacana dan langkah yang akan di ambil Bupati Aceh Jaya bersama Forkopimda dalam hal mempercepat pengembangan lahan eks Kombatan GAM, Napol, Tapol dan korban konflik.

Dukungan tersebut disampaikan Abdo Rani Ketua LSM Kita Peduli melalui liris yang terima media ini, Rabu (28/10/2020).

BACA JUGA

Selain itu, Abdo juga mempertanyakan, penetapan pada satu zona itu apakah sudah sesuai dengan keinginan pihak penerima manfaat atau hanya di ambil berdasarkan keputusan dari hasil musyawarah pemerintah daerah (Pemkab) dengan pihak penerima manfaat itu sendiri.

” selain penetapan zona, apakah klaster yang di wacanakan juga sudah sangat sesuai dengan azas berkeadilan ? ” tanya Abdo.

Klaster yang direncanakan oleh bupati Aceh Jaya sudah sangat rasional yang mana dalam qanun RTRW no 09 tahun 2014 tentang Tata ruang wilayah kabupaten Aceh Jaya, jika kita lihat pada paragraf 2 tentang kawasan peruntukan pada pasal 31, memiliki 47,473,54 Ha lahan kering, 3,890,83 Ha, (Lp2b), hortikultura 7,539,89 Ha dan perkebun 28.018,96 dan perkebunan rakyat 15,395,90 Ha.

Abdo juga menegaskan, program ini Harus di ambil langkah cepat. Sebab, saat ini Esekutif dan Legeslatif telah menyepakati bersama di APBK-P dengan menganggarkan anggaran senilai 3 Milyar untuk terealisasikan proggram lahan tersebut.

” jika penempatan lokasi pada satu zona  bukan berdasarkan klaster, jelas lahan tersebut tidak akan terserab secara maksimal.” ungkap dia.

Sambungnya, Pembagian klaster berdasarkan wilayah ini merupakan perwujudan keinginan daripada penerima manfaat, dan tidak efektif jika lahan harus menempuh puluhan kilometer sedangkan lahan di daerah masing-masig penerima manfaat jelas masih ada di 4 wilayah.

“pertama Jaya dan Indra Jaya,  kedua Setia Bakti, Sampoenit, Darul Hikmah, ketiga Krueng Sabe, Panga, dan empat Teunom, Pasie Raya.” ujarnya.

Ia juga berharap BRA dan unsur lain dapat segera duduk kembali untuk pembahasan ini. (Rilis)

REKOMENDASI