Buku “Hikayat Aceh Syair dan Puisi Motivasi” Karya Gadis Bireun

  • Whatsapp
Zaitun Ananda Mahira Gadis asal Bireuen (Foto/Ist)

“Hidup bukanlah sebatas hidup, namun hidup harus berarti dan bermanfaat bagi agama dan masyarakat di sekeliling kita”

Bireuen | republikaceh – Menjadi santri dan tenaga pengajar di Pesantren bukan halangan bagi remaja asal Kabupaten bireuen ini untuk menulis di masa pandemi COVID-19 ini. Berkat kegigihan dan ketekunan dalam menulis, Jum’at (13/11/2020) berhasil ianya menerbitkan satu buku yang berjudul “Pemuda Shaleh, Hikayat Aceh Syair dan Puisi Motivasi”

Namanya Zaitun Ananda Mahira. Ia merupakan anak ke dua dari enam bersaudara dari pasangan Sulaiman dan  Juliani. Dia juga memilik saudara kembar bernama Aufar Rian.

Meski disibukkan dengan berbagai aktifitas sebagai tenaga pengajar, dengan tekat yang kuat ia berusaha menulis setiap hikayat syair dan Puisi, tujuannya agar tulisannya tersebut dapat menjadi motivasi bagi banyak orang.

Zaitun berharap dengan karyanya itu, bisa memberikan setitik cahaya semangat bagi para pembacanya.

Berulang kali gagal, dan berulang kali pula ia terus mencoba. Kegigihannya itu akhirnya berbuah manis, hikayat syair dan puisi motivasi yang remaja itu tulis berhasil di cetak dan terbitkan dalam satu buku. Sekarang berkat kerja keras dan kedisiplinannya itu ia berhasil menampilkan tulisannya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur Allah telah memberikan ilmu yang bermanfaat dan Keberkahan umur kepada saya, sehingga saya bisa menulis buku karang Hikayat Aceh Syair dan Puisi Motivasi (PEMUDA SHALEH) ini.” ucap Zaitun memalui rilisnya kepada republikaceh.net, Minggu (15/11/2020)

Saat ini, Buku tersebut telah selesai di cetak dan sudah mulai di pasarkan. “Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca, dan motivasi dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Bagi yang berminat dan ingin memiliki buku ini nantinya bisa dapat langsung memesannya kepada kami,” ucap gadis kelahiran 1997 itu.

Wanita yang aktif dalam berbagai organisasi itu juga berharap, semoga ke depan akan lebih banyak generasi-generasi muda terutama dari kalangan kaum hawa yang dapat menginspirasi dunia sesuai bidang dan profesinya masing-masing, serta memiliki karakter kepemimpinan yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan diera moderenisasi saat ini.

”Hidup bukanlah sebatas hidup, namun hidup harus berarti dan bermanfaat bagi agama dan masyarakat di sekeliling kita,” kata Zaitun.

Lebih uniknya, tidak hanya sebatas menulis hikayat, syair, puisi dan mengajar pengajian saja, banyak juga kegiatan organisasi lain yang telah ia geluti. Saat ini ia juga Ketua Akhwat Mujahidah Bireuen.

“Hidup berorganisasi sangat dibutuhkan, terutama organisasi yang menyangkut kemasyarakatan agar dapat membangun komunikasi dan solidaritas seperti yang diharapkan, karena dalam hidup ini pasti kita saling membutuhkan satu dengan yang lainnya,” tutur Zaitun yang akrab disapa Ira. (Ril)

REKOMENDASI