3 Desa Pesisir di Lhokseumawe Dibekali TIK

  • Whatsapp
Dosen Fisip Unimal memberikan materi tentang administrasi desa berbasis online kepada peserta dari tiga Desa pesisir di Kota Lhokseumawe pada Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Selasa (24/11/20) (Foto/Ist)

Lhokseumawe | republikaceh – Dampak Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan pada banyak aspek kehidupan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya pengembangan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi terlebih dalam pelaksanaan pemerintahan desa di era teknologi.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik, FISIP UNIMAL berikan Pelatihan Dasar Pemerintahan Desa Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi di tiga desa pesisir kota Lhokseumawe melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Selasa (24/11/20)

BACA JUGA

Adapun tiga desa kawasan pesisir kota Lhokseumawe meliputi Desa Hagu Selatan, Hagu Teungoh dan Hagu Barat Laot.

Dr. Dahlan Abdullah,ST.,M.Kom, selaku pemateri mengatakan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memberikan begitu banyak kemudahan bagi pemerintahan termasuk pemerintahan desa untuk dapat melakukan komunikasi secara online, baik internal maupun dengan masyarakat bahkan ke seluruh penjuru dunia.

“Untuk memanfaatkan produk teknologi informasi dan komunikasi tersebut perlu adanya kemampuan khusus bagi setiap orang dalam memilih, mengolah dan menyerap informasi yang bermanfaat”. Ujar Dr. Dahlan.

Lebih lanjut, Dr. Dahlah mengatakan, Teknologi Informasi dan Komunikasi sangat penting untuk dibentuk secara khusus dalam setiap pemerintahan desa agar realisasi pelayanan dan pemerintahan berbasis online cepat terwujud dalam pemerintahan desa.

Dosen Fisip Unimal usai memberikan materi tentang administrasi desa berbasis online kepada peserta dari tiga Desa pesisir di Kota Lhokseumawe pada Pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Selasa (24/11/20) (Foto/Ist)

Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian, Muhammad Fazil, M.Soc.Sc, berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut kearah pendampingan dalam penerapan TIK di desa nantinya.

Ia menjelaskan, Saat ini ketiga desa tersebut telah menyediakan sarana TIK, namun selama ini peralatan tersebut masih difungsikan untuk menginput dan menyimpan data saja, belum lagi terintegrasi secara baik secara internal dan juga belum dimanfaatkan untuk mentranfers data baik secara internal networking maupun online.

“Dengan perkembangan teknologi pelatihan dasar ini menjadi awal dari perubahan administrasi dan pelayanan yang selama ini manual menjadi adminstrasi dan pelayanan berbasis online pada pemerintahan desa di Kota Lhokseumawe”. ujarnya

Hal senada juga disampaikan Asrul Fahmi selaku wakil tim pelaksanan kegiatan pelatihan tersebut, jika pengembangan TIK sangat bermanfaat bukan hanya dalam administrasi saja namun juga dalam pelayanan serta promosi desa di media online.

“semoga ini menjadi awal yang baik dalam mengelola administrasi desa berbasis online di Kota Lhokseumawe” ungkapnya. (Zaman Huri)

 

 

REKOMENDASI