Tagana Masuk Sekolah Ingatkan Siswa Tanggap Bencana

  • Whatsapp
Sejumlah siswa di SMPN 3 Panga saat mengikuti Simulasi Bencana di sekolah setempat, Kamis (26/11/2020) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Aceh bekerja sama dengan Dinas Sosial Aceh Jaya memberi pelatihan sekaligus sosialisasi mitigasi bencana kepada siswa-siswi SMPN 3 Panga dan SDN 7 Panga. Kamis (26/11/2020).

Pelatihan tersebut digagas melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) yang bertujuan untuk mengurangi atau meminimalisir risiko bencana serta membantu meningkatkan kesadaran para siswa agar lebih sigap dan tanggap terhadap ancaman bencana.

BACA JUGA

Kepala sekolah SMPN 3 Panga, Dra. Fauziah berterima kasih kepada Tagana telah mensosialisasikan mitigasi bencana kepada siswa dan telah menjadikan SMP 3 Panga sebagai lokasi pembukaan Program TMS di Aceh Jaya.

” Dengan adanya program TMS ini, diharapkan siswa menjadi lebih paham potensi bencana di lingkungan sekolahnya, mengetahui titik kumpul dan jalur evakuasi, paham mengenai upaya penyelamatan diri sederhana serta mengurangi kepanikan para siswa.” kata, Fauziah Kepala SMPN 3 Panga.

Hal yang sama diutarakan Camat Panga, Mawardi, dirinya menyambut baik program TMS hadir di Kecamatannya, sebab pelatihan ini merupakan hal sangat penting bagi anak-anak usia sekolah

” kami sangat mendukung program ini hadir di Aceh Jaya, dengan adanya TMS membuat siswa memahami tentang kebencanaan dan cara-cara penanggulangannyan,” kata Mawardi.

Sementara Ketua FK Tagana Aceh, Rizal Dinata menerangkan, program TMS ini sebagai edukasi bagi siswa di sekolah dalam mitigasi bencana berbasis sekolah

“Allhamdulillah, kementrian sosial RI mengamanah kepada kami untuk memberi sedikit pandangan terkait kebencanaan dan cara-cara penanggulangannya terutama bagi kalangan pelajar.” ucap Rizal.

Lanjutnya, daerah Aceh merupakan daerah rawan bencana, dirasa sangat perlu membuat kesiap siagaan sebagai upaya pengurangan resiko bencana.

” tahun 2020 ini Dinsos Aceh melaksanakan kegiatan TMS di 100 sekolah, sedangkan untuk 10 sekolah laksanakan di Aceh Jaya.” tuturnya.

Ia berharap, ilmu yang sudah diberikan setidaknya bisa diterapkan di rumah, misalnya seperti bencana gempa bumi. membuat tidak panik, melindungi kepala dari reruntuhan, berlindung di bawah meja, menuju ke tempat terbuka, dan kalau rumahnya berada di pinggir pantai minimal harus mencari tempat yang lebih tinggi.

Rizal berpesan, dalam unsur mitigasi sebuah sekolah harus memiliki petunjuk arah atau jalur evakuasi saat terjadinya bencana.

” setiap sekolah itu harus ada penunjuk arah, agar anak-anak tau kemana jalur evakuasi saat terjadinya bencana dan anak-anak harus mengetahui titik kumpul dimana. sebuah mitigasi di anggap berhasil apabila nilai akhir tidak ada korban jiwa,” tutupnya. (Mahlil)

REKOMENDASI