Dandim Aceh Barat Dukung Gerakan Bantu Dhuafa di Aceh

  • Whatsapp
Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf. Dimar Bahtera S.Sos., M.A.P, (tengah) bersama Insiator #Gerakan 10ribu rupiah, Aduwina Pakeh usai kegiatan usai kegiatan komunikasi sosial bersama komponen bangsa di Coffee Estrella, Jalan Iskandar Muda, Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kota Meulaboh, Jum’at, (11/12/2020) (Foto/Ist)

Melaboh | republikaceh – Dengan mengusung konsep kesetaraan dan gotong royong, dengan menjadi donatur tetap melalui #Gerakan10Ribu untuk membantu kaum Dhuafa di Aceh, Gerakan Relawan Rumah Dhuafa (GARDA Indonesia) mendapat dukungan dari Komandan Kodim 0105/Aceh Barat, Letkol Inf. Dimar Bahtera S.Sos., M.A.P,.

Dukungan itu disampaikan Dandim Aceh Barat, secara langsung kepada Inisiator GARDA Indonesia, Aduwina Pakeh, S.Sos., M.Sc, usai kegiatan komunikasi sosial bersama komponen bangsa di Coffee Estrella, Jalan Iskandar Muda, Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kota Meulaboh, Jum’at, (11/12/2020)

Selain mendapat dukungan dari Dandim, GARDA Indonesia turut mendapat dukungan dari Pasiter Kodim 0105/AB dan Danramil Johan Pahlawan, Kapten Inf. Hendra Saputra, yang bergabung menjadi donatur tetap di GARDA Indonesia, bukan seorang diri. Danramil Hendra, mengikutsertakan lima orang anggota keluarganya sebagai donatur tetap.

Usai kegiatan berlangsung, Dandim Dimar Bahtera memberikan apresiasi tentang gerakan sosial yang digagas oleh Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu (FISIP) Universitas Teuku Umar itu.

Dandim mengungkapkan, Dengan nilai Rp10ribu rupiah akan bisa membantu orang lain. Tentunya nilai itu dapat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Saya dan keluarga siap mendukung penuh gerakan sosial ini dengan bergabung menjadi donatur tetap Garda Indonesia,” ujar Dandim.

Baca Juga: Adnan NS Dukung Inisiator Garda Indonesia Jadi Donatur Tetap Gerakan Bantu Kaum Dhuafa di Aceh

Kembali Dandim mengungkapkan, Dirinya akan mensosialisasikan gerakan sosial dan gagasan tersebut kepada organisasi dan komunitas lainnya di Aceh Barat.

“Seperti FKPPI, Pemuda Pancasila dan yang lainnya guna berkolaborasi dalam membantu kaum dhuafa dengan cara bergotong royong.” lanjut Dandim.

“Seberat apapun beban tersebut, bila kita bersama-sama, semua akan mampu kita emban” pungkasnya.

Sementara, Aduwina Pakeh, Inisiator #Gerakan 10ribu rupiah, mengaku senang dan terharu atas dukungan diberikan orang nomor satu  di jajaran Kodim Aceh Barat itu.

“Kami mengucapkan terimakasih atas dukungan yang sangat luar biasa ini. Dengan bergabungnya Bapak Dandim, kami berharap, seluruh personil TNI lingkup Kodim 0105/AB dapat ikut serta bergabung sebagai donatur tetap 10.000 rupiah perbulan,” imbuhnya.

Apa itu #Gerakan10Ribu rupiah ?

Konsep #Gerakan10Ribu rupiah ini ialah gerakan sosial yang mengajak masyarakat bergabung menjadi donatur tetap dengan memberikan donasi uang Rp10.000 per bulan/per-orang.

Donasi itu nantinya akan disalurkan untuk pembangunan/rehabilitasi rumah dhuafa (tidak layak huni). Dikarenakan untuk membangun/merehabilitasi sebuah rumah membutuhkan biaya yang besar, maka untuk itu dibutuhkan jumlah donatur yang banyak, dengan nilai donasi yang sama agar memudahkan dalam sosialisasi maupun terkait transparansi.

Gerakan sosial ini lahir atas sikap keprihatinan masih ditemukannya masyarakat kurang mampu (kaum dhuafa) yang tinggal dirumah-rumah tidak layak huni yang tersebar di berbagai daerah di Aceh.

Maka, dengan kehadiran GARDA Indonesia, ini bagian dari partisipasi masyarakat dalam upaya mendukung pengentasan kemiskinan dan pembangunan daerah.

Hanya dengan Rp10.000 rupiah per bulan, namun secara berkelanjutan. Jika donatur ingin mendonasikan lebih dari Rp10ribu, dipersilahkan dengan cara menambah daftar nama donatur. Contohnya, jika kesediaan Rp50 ribu perbulan, berarti untuk lima orang donatur (satu keluarga).

Informasi lain diterima, GARDA yakin suatu saat nanti jumlah donatur bergabung dalam GARDA Indonesia, bisa mencapai 10.000 orang. Sehingga, jika dikalkulasikan 10.000 orang donatur, dikalikan 10.000 rupiah perbulannya, maka akan terkumpul donasi sebanyak 100.000.000 (seratus juta rupiah).

Dengan jumlah dana sebesar itu, GARDA mampu membangun minimal dua rumah sederhana bertipe 6×6 atau merehabilitasi sebanyak empat, sampai dengan lima 4 rumah bagi kaum dhuafa.

Sementara, untuk jumlah donatur yang telah bergabung dalam GARDA Indonesia, sebanyak 1.130 orang. Atau sekitar 11,3 persen dari yang ditargetkan.

Sedangkan para donatur yang bergabung bersama GARDA Indonesia dalam gerakan sosial tersebut, setiap harinya selalu bertambah. Berasal dari berbagai latar belakang berbeda. Baik itu sosial, politik, maupun ekonomi dan lainnya. (Redaksi)

REKOMENDASI