Polda Aceh Musnahkan 141 Kilogram Sabu dan 100 Ribu Butir Ekstasi

  • Whatsapp
Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada sedang melakukan pemusnahan barang bukti narkoba di halaman belakang Mapolda setempat, Selasa (15/12/2020) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh – Kepolisian Daerah (Polda Aceh) kembali memusnahkan barang bukti narkoba yang terdiri dari sabu dan ekstasi. Pemusnahan dilakukan di Halaman Belakang Mapolda Aceh, Selasa (15/12/2020) pagi.

Kegiatan pemusnahan barang bukti narkoba ini dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada. Barang bukti narkoba tersebut merupakan hasil pengungkapan Dit Resnarkoba Polda Aceh selama ini.

BACA JUGA

Kapolda mengatakan, jajaran Polda Aceh tetap berkomitmen untuk menjalankan peran dan fungsinya sebagai mitra srategis bagi pemerintah daerah serta masyarakat Aceh untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dalam rangka memberantas narkoba yang tergolong sebagai kejahatan luar biasa dan menjadi ancaman generasi muda Aceh serta lanjutan dari instruksi Presiden Republik Indonesia dan juga Kapolri yang menyatakan perang terhadap narkoba.

“Pemberantasan yang kita lakukan bukan hanya berbicara tentang penegakan hukum terhadap para pelaku penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba saja, tetapi juga harus dilakukan secara preemtif dan preventif yang menjurus pada tindakan untuk menyadarkan para pengguna agar tidak lagi menggunakan narkotika,” sebutnya.

Wahyu juga menyebutkan, pandemi COVID-19 yang melanda telah berpengaruh pada semua aspek kehidupan. Karena, penggunaan narkoba di saat terjadi penyebaran wabah akan lebih berbahaya terhadap imunitas tubuh, sehingga sangat rentan terpapar virus Corona.

Dalam pemusnahan tersebut, ada 141 kilogram sabu dan 100.000 butir ekstasi yang dihancurkan. Semuanya merupakan barang bukti dari 1.025 kasus yang ditangani dan diungkap oleh Dit Resnarkoba Polda Aceh sepanjang tahun 2020. Dari total kasus narkotika tersebut ada 2.144 orang yang telah dijadikan tersangka.

“Narkoba ini benar-benar menjadi ancaman untuk masyarakat Aceh dan apa yang selama ini kita lakukan baik pencegahan maupun pemberantasan adalah sebagai upaya untuk menyelamatkan generasi muda Aceh,” ujar Kapolda.

Dirinya juga mengungkapkan, dalam hal ini butuh peran ulama untuk memberikan pencerahan agama kepada seluruh lapisan masyarakat agar menjauhi narkoba dan menyadarkan pemakai untuk mengurangi konsumsi narkoba serta mencegah generasi muda supaya tidak terjerumus apalagi sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Kapolda juga memberikan apresiasi kepada Dit Resnarkoba Polda Aceh dan seluruh lapisan masyarakat serta instansi-instansi lainnya yang sudah berkomitmen untuk sama-sama memberantas narkoba.

“Saya sangat berterimakasih kepada pejuang sejati yang telah menyelamatkan generasi aceh dari ancaman narkoba. Lanjutkan terus pengabdianmu dan semoga diberikan kemudahan oleh Allah SWT,” ucapnya lagi.

Ia berharap, kegiatan ini memberikan manfaat yang besar terutama dalam memperkuat komitmen kita untuk memberantas narkoba demi menyelamatkan generasi muda Aceh.

Oleh karena itu, meski pun di tengah pandemi COVID-19, mari sama-sama kita bersinergi untuk memutus rantai narkoba dan memberantas seluruh penyebarannya dengan edukasi dan sosialisasi-sosialisasi hukum, baik hukum positif maupun hukum agama.

“Mari terus bersinergi serta berkolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan narkoba ini. Tidak ada satu pun instansi yang bisa menyelesaikan permasalahan, apalagi dalam memberantas narkoba,” pungkas Kapolda dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Aceh tersebut. (A)

REKOMENDASI