Polisi Ciduk 2 Tersangka Pembongkaran Ruang Lab Komputer Sekolah di Simeulu

  • Whatsapp
Personil Sat Reskrim Polres Simeulue memperlihatkan 2 pelaku pembongkaran ruang laboratorium komputer milik SMK Negeri 3 Kecamatan Simeulue Timur bersama barang bukti, Minggu (20/12/2020) (Foto/Ist)

Sinabang | republikaceh.net – Sat Reskrim Polres Simeulue mengamankan 2 pelaku pembongkaran ruang laboratorium komputer milik SMK Negeri 3 Kecamatan Simeulue Timur, Sabtu malam (19/12/2020).

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua orang tersangka berinisial HG alias Gun (37) dan HR (34) yang merupakan warga Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue.

BACA JUGA

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal mengatakan, keduanya ditangkap di dalam kapal feri yang baru berlabuh ke Pelabuhan Kolok, Sinabang dan kembali berlayar dengan tujuan ke Labuhan Haji, Aceh Selatan.

“Kasus ini diungkap sesuai laporan pihak sekolah yang dalam hal ini adalah Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Simeulue yakni Bapak Muhammad Din,” ujar Kasat Minggu (20/12/2020).

Dia menjelaskan, Pembongkaran laboratorium komputer itu diketahui pihak sekolah pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB. Salah seorang saksi melihat kondisi kabel CCTV dalam keadaan putus dan berserakan di lantai serta barang-barang milik sekolah hilang digondol maling.

“Diduga pelaku beraksi dinihari hingga subuh yang mencuri 18 unit komputer, belasan unit headset, dua unit proyektor infocus, 27 unit tablet, laptop dan lain-lain dengan nilai materinya hingga Rp 250 juta,” ungkapnya.

Dia kembali menjelaskan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan polisi, diduga para pelaku masuk ke ruangan itu dan beberapa ruangan lain dengan memanjat dinding dan mengambil barang-barang berharga milik sekolah.

Saat melakukan penyelidikan yang dibantu personel Sat Intelkam dan Polsek Simtim, tim menemukan sejumlah kotak kardus yang diduga berisi barang-barang elektronik (berupa komputer dan lainnya) di kawasan Pelabuhan Kolok, Sinabang, tepatnya di gudang kargo.

“Diduga paket kardus ini hendak dibawa ke Labuhan Haji, namun tak diketahui siapa pemiliknya, sehingga anggota ikut naik ke kapal untuk menyeberang ke Labuhan Haji dan mengintai pemiliknya,” kata mantan Kapolsek Seruway Polres Aceh Tamiang ini.

Dalam perjalanan, lanjutnya, petugas bertemu dengan dua orang residivis kasus pencurian dan penganiayaan yakni HG dan HR yang sebelumnya pernah menjalani hukuman penjara di Simeulue.

Ternyata, lanjut Kasat, barang-barang yang dipaketkan itu adalah barang berharga milik SMK Negeri 3 Simeulue yang dicuri dalam pembongkaran laboratorium komputer yang dilakukan oleh tersangka HG dan HR.

Kedua tersangka beserta barang bukti pun kemudian diamankan di Mapolsek Labuhan Haji Barat setiba di Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan untuk menjalani pemeriksaan lanjut.

“Dari pengakuan mereka, barang-barang ini akan dijual ke Sumatera Utara, mereka residivis kasus yang sama dan diduga terlibat dalam pembongkaran Kantor BLK Simeulue termasuk SMP Teupah Selatan beberapa waktu lalu, namun kita masih melakukan pengembangan kasus,” jelasnya.

Malam ini, tambah Ipda Muhammad Rizal, pihaknya akan membawa kembali kedua tersangka beserta barang bukti ke Simeulue untuk diproses hukum lanjut. (A)

REKOMENDASI