Jaga Kelestarian, Tukik Kembali Dilepasliarkan di Pantai Penyu Panga

  • Whatsapp
Gerakan Baru Indonesia (GemBi) Universitas Teuku Umar Meulaboh, bersama Lembaga Konservasi Penyu Aroen Meubanja juga masyarakat Panga usai pelepasan tukik, Senin (21/12/2020) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.net – Lembaga Konservasi Penyu Aroen Meubanja melepasliarkan sebanyak 82 ekor anak penyu alias tukik jenis lekang di Pantai Panga, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, Senin sore (21/12/2020).

Selain untuk meminimalisir kepunahan, kegiatan ini bertujuan sebagai langkah pihak Konservasi Penyu Aroen Meubanja memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kelestarian penyu di pesisir pantai panga.

“Pelepasan tahun ini baru pertama kali dilakukan sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Pada tahun-tahun sebelumnya pelepasan dilakukan satu sampai empat kali pelepasan” ujar Murniadi, Ketua tim Konservasi Penyu Aroen Meubanja.

Dirinya mengatakan, pelepasan tukik di pantai panga sudah sering dilakukan, dimana pantai Panga ini sudah dinamakan pantai penyu dikarenakan sudah berdiri camp konservasi penyu di daerah tersebut.

warga melepasliar tukik di pantai penyu panga, Senin (21/12/2020) (Foto/Ist)

Murniadi atau yang akrab disapa dedi penyu menambahkan pelepasan tahun ini juga turut di sumbang oleh Leuser Coffe sebesar 1 juta rupiah dari hasil penjualan bubuk kopi.

“Mereka ( Leuser Coffe ) yang menyisihkan 50% dari penjualan bubuk kopi arabica gayo yang di produksi khusus edisi penyu oleh Leuser Coffe” jelasnya.

“Leuser coffe sudah dua tahun berkerjasama dengan tim konservasi penyu aroen mebanja dalam rangka penyelamatan penyu di Aceh Jaya” pungkasnya.

Pelepasan tukik tahun ini dilakukan bersama Gerakan Baru Indonesia (GemBi) Universitas Teuku Umar Meulaboh, turut dihadiri oleh DKP Aceh Jaya, Ketua ekowisata manggrove Aceh Jaya dan juga masyarakat Panga. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI