Tokoh Pendidik Nasional “Terpana” di Munumen Deklarator

  • Whatsapp
Malik Raden saat mengunjungi tugu deklarator, Minggu (13/12/2020) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh – Malik Raden pekan lalu ( Minggu, 13/12/2020) berkunjung ke Lhok Kruet, Sampoiniet, Aceh Jaya. Di tempat ini Dia dibesarkan sekitar 78 tahun silam.

Dalam kunjungan tak berencana itu, Malik Raden singgah di Kota Calang dan terpana melihat onggokan kapal layar yang terpacak di Tugu Deklarator.

Malik Raden merupakan tokoh pendidik nasional yang juga Senator Perintis asal Aceh. Dia terpana sejenak melihat munculnya Munumen Deklarator di Calang, Aceh Jaya.

“Monumen ini (Tugu Deklarator) bukan sekedar sejarah pemekaran saja, tapi memberikan multi makna tersendiri, tergantung dari sudut mana tinjauannya.” ujar Malik Raden saat menguhubungi republikaceh.net, Senin (21/12/2020) sebagai penjelasan atas kekagumannya kala itu.

Kalimat pertanyaan yang penuh keheranan dari Malik Raden pun menyusul.

“Bila dikatakan sebagai simbul maritim? Bukankah di sepanjang wilayah ini memiliki wahana samudera yang sangat luas sebagai potensi ekonomi yang perlu ditumbuh kembangkan untuk kesejahteraan warga pesisir ini.” ujar Malik Raden menambahkan.

Batu prasasti munumen Deklarator Pemekaran Kabupaten Aceh Jaya, Senin (21/12/2020) (Foto/Mahlil)

Era silam, ceritanya, teluk Calang terkenal sebagai tempat berlindungnya  kapal layar dari hempasan ombak dan badai pada musim tertentu.

“Tapi teluk bersejarah sudah sangat dangkal sekarang” ungkap Malik Raden

Menurutnya, Calang sejak zaman baheula terkenal sebagai salah sebuah kota dagang dan pelabuhan ekspor impor. Ayahnya ikut berdagang dan barang dagangan eks luar negeri dibawa ke Lhok Kruet dan Lamno.

Dirinya mengakui, Setelah mendapat penjelasan dari Adnan NS selaku ketua pemekaran Aceh Jaya, Malik paham makna tugu dan menument deklarator yang memiliki nilai sejarah dan akan diresminkan pada Selasa (22/12/2020).

“Aksi atau konsensus pendeklarasian sesuatu sering tampil di mana-mana tapi kalau dalam wujud monomental seperti ini baru di sini (Aceh Jaya) saya menemukannya” ujar Malik Raden.

Dalam lawatan seharian sepekan yang lalu, hingga menuju ke Desa Rantau Sabon, Kecamatan Sampoiniet. Malik Raden juga sempat bernostalgia di Kolam Mutia Lhok kruet.

Di kolam yang memiliki sumber mata air dari Gunung Kemala ini tempat Malik Raden kecil berlatih berenang.”Dulu kolam itu besar, dalam dan panjang hingga ke pinggir batu besar”, terangnya

Dalam kunjungan melepas kerinduan ke kampung tempat Dia belajar dan nengajar pada SRI, juga berkunjung ke Kampus STAI Darul Abrar, Sayeung, Gampong Baro, Setia Bahkti. (Redaksi/MK)

Munadi, Kassubag Protokol pada Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Jaya sedang melihat Monumen Deklarator Pemekaran Kabupaten, Senin ( 21/12/2020) (Foto/Mahlil)

REKOMENDASI