Operasi Sikat Seulawah 2020, Jajaran Polda Aceh Tangani Puluhan Kasus Curanmor

  • Whatsapp
Jajaran Polda Aceh saat menggelar konferensi pers (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Polda Aceh beserta jajarannya melaksanakan Operasi Sikat Seulawah 2020 selama 20 hari, yakni pada 18 November hingga 7 Desember kemarin. Dimana, operasi itu dilakukan dengan sasaran kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan sejenisnya.

Hal ini dikatakan Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Ery Apriyono didampingi Wadir Reskrimum, AKBP Wahyu Kuncoro dan Kasubdit Jatanras, Kompol Apriadi dalam konferensi pers yang digelar di Aula Dit Reskrimum Polda Aceh, Banda Aceh, Rabu (23/12/2020).

BACA JUGA

“Sebanyak 58 kasus curanmor ditangani Polda Aceh bersama jajaran selama operasi 20 hari, tersangkanya ada 62 orang dan barang bukti berupa roda dua, roda tiga maupun roda empat sebanyak 57 unit yang diamankan,” ujarnya.

Menurut Kabid Humas, kasus curanmor ini sangat rawan terjadi. Oleh karenanya, Polda Aceh beserta jajaran selalu berupaya mengungkap para tersangka termasuk jaringan dan lainnya.

“Kita juga imbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dengan tidak memarkirkan kendaraannya secara sembarangan tanpa kunci ganda. Polda Aceh dan jajaran selain menangani kasus juga melakukan edukasi,” ungkapnya.

“Masyarakat juga dapat membantu kepolisian dengan memberikan informasi jika ada pencurian, juga bisa dicek ke kantor kepolisian terdekat bila merasa ada yang pernah kehilangan kendaraan,” tambah Kabid Humas.

Sementara, Wadir Reskrimum Polda Aceh, AKBP Wahyu Kuncoro menjelaskan, dalam operasi tahun ini wilayah yang paling banyak terjadi curanmor adalah di kota Banda Aceh.

Diketahui, Polresta Banda Aceh menangani sebanyak 12 kasus curanmor dengan menangkap enam tersangka dan menyita 12 unit kendaraan yang terdiri dari roda dua, roda tiga serta roda empat.

“Dalam operasi tahun ini salah satu tersangkanya ada yang perempuan, yang bersangkutan selaku penadah kendaraan curian. Untuk di jajaran ada 10 orang yang residivis dan sisanya pemain baru,” ungkap Wadir.

Kasus Penggelapan Mobil Rental

Selain itu, Polda Aceh juga mengungkap kasus penipuan dan penggelapan mobil rental yang terjadi di Aceh Timur yang dilakukan oleh tiga tersangka yakni HS (22), MR (19) dan MK (21), warga Aceh Timur.

Modusnya, para pelaku tersebut merental mobil dari korbannya, namun tidak dikembalikan bahkan hingga dijual dan digadaikan.

“Ada korban lainnya namun belum melapor, hanya satu orang korban yang resmi melapor ke polisi,” kata mantan Kapolres Aceh Timur ini.

Dirinya juga menjelaskan, jenis mobil yang di rental para pelaku kepada korban yakni mobil Jazz dan Pajero. Dimana, mobil Jazz digadaikan para pelaku seharga Rp 47 juta sementara mobil Pajero dijual seharga Rp 174 juta.

“Dijual dan digadaikan ke wilayah Sumatera Utara, ada enam mobil lainnya yang masih kita cari. Motifnya karena kebutuhan ekonomi serta foya-foya di Medan, termasuk juga para pelaku curanmor,” tutupnya. (A)

REKOMENDASI