Kasus Pembobolan Kantor BLK Simeulue Terungkap

  • Whatsapp
Pelaku saat diamankan oleh kepolisian (Foto/Ist)

Sinabang | republikaceh.net – Kasus pembobolan Kantor Balai Latihan Kerja (BLK) Simeulue yang menyebabkan hilangnya belasan unit komputer dan sejumlah barang lain akhirnya dapat diungkap personel Sat Reskrim Polres Simeulue setelah melakukan penyelidikan selama ini.

Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo melalui Kasat Reskrim, Ipda Muhammad Rizal mengatakan, peristiwa pembobolan Kantor BLK Simeulue itu terjadi pada 18 November 2020 lalu. Dimana, para pelaku menggasak 17 unit komputer beserta mesin grinder dan mesin bor.

“Pelakunya adalah HG dan HA yang sebelumnya kita tangkap karena membobol SMK Negeri 3 Simeulue dan mencuri belasan unit komputer milik sekolah itu, lalu dua tersangka lain yang terlibat dan kita tangkap kemarin yakni ARH (38) dan AY (46) yang merupakan warga Medan, Sumatera Utara,” ujarnya Minggu (27/12/2020).

Pembobolan Kantor BLK Simeulue dilakukan oleh tersangka HG dan HA. Keduanya juga diketahui telah membobol salah satu sekolah lainnya di Simeulue sebelumnya. Sementara, tersangka ARH dan AY berperan membantu HG dan HA dalam menjual hasil curiannya ke Medan, Sumatera Utara.

“Untuk penadahnya masih DPO, tersangka ARH dan AY kita tangkap di Kota Medan, Sumut saat dilakukan pengembangan, mereka ini dapat bagian dalam penjualan belasan unit komputer milik Kantor BLK Simeulue tersebut sebesar Rp 200 ribu per unit,” kata mantan Kapolsek Seruway Polres Aceh Tamiang ini.

Saat beraksi, tersangka HG dan HA masuk ke dalam Kantor BLK Simeulue dengan menggunakan penutup wajah dan mencungkil bagian jendela gedung dan merusak trali besi jendela hingga akhirnya menggasak 17 unit komputer serta yang lainnya.

“Aksi para pelaku ini terekam kamera CCTV, dari situlah kita lakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya dapat terungkap. Sebelumnya mereka mencuri belasan unit komputer milik SMK Negeri 3 Simeulue dan SMP Teupah Selatan,” paparnya.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan satu unit komputer, dua unit mesin grinder dan dua unit mesin bor sebagai barang bukti. Sementara dalam pengungkapan kasus pembobolan SMK Negeri 3 Simeulue sebelumnya, polisi juga mengamankan sejumlah komputer sebagai barang bukti.

“Para tersangka saat ini telah diamankan di Mapolres Simeulue, sementara pelaku lainnya yang berperan sebagai penadah masih diburu, kasus ini masih ditindaklanjuti,” tambah Kasat. (A)

REKOMENDASI