Polres Banda Aceh Gelar Konferensi Pers Akhir Tahun

  • Whatsapp
Kapolres Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dan Wakapolresta, AKBP Satya Yudha Prakasa saat mengelar konferensi pers akhir tahun 2020, Senin (28/12/2020) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Polresta Banda Aceh menggelar konferensi pers akhir tahun di Aula Machdum Sakti Mapolresta Banda Aceh, Senin (28/12/2020).

Selain Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto dan Wakapolresta, AKBP Satya Yudha Prakasa, turut hadir para pejabat utama lainnya beserta jajaran.

BACA JUGA

Kapolresta menjelaskan, penyelenggaraan konferensi pers ini merupakan kegiatan rutin pada setiap akhir tahun sebagai bentuk pertanggung jawaban institusi Polri, khususnya Polresta Banda Aceh kepada masyarakat, dalam menyampaikan informasi publik yang berkaitan dengan situasi dan kondisi kamtibmas terkini.

Selain itu, juga merupakan evaluasi implementasi kegiatan selama setahun ini yang menjadi atensi publik yang perlu direspons secara obyektif melalui media massa.

“Sejak Januari hingga Desember 2020 ini, kasus yang menonjol di wilayah kota Banda Aceh adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pemerkosaan serta penyalahgunaan narkoba,” kata Trisno.

Pada bidang kriminal, Polresta Banda Aceh menangani sebanyak 1.382 kasus dalam tahun ini. Sementara tahun 2019 kemarin, pihaknya menangani 1.537 kasus kriminal, sehingga adanya penurunan kasus sebanyak 10,08 persen.

Sementara, penyelesaian perkara mengalami kenaikan menjadi 17.69 persen dari tahun 2019 sebanyak 839 kasus dan tahun 2020 sebanyak 1.051 kasus.

Kemudian, kecenderungan terkena tindak pidana turun sebanyak 10 persen dari tahun 2019 berjumlah 320 jiwa dan tahun 2020 jumlah 288 jiwa.

Data kriminalitas menonjol, jelas Trisno, kasus pembunuhan di tahun 2019 sebanyak 3 kasus, namun terselesaikan keseluruhannya dibanding tahun 2020 tanpa kejadian pembunuhan yang berarti turun 100 persen.

Menurutnya, hampir keseluruhan kasus menurun, kecuali pengrusakan naik 56 persen dan pemerkosaan meningkat 500 persen dengan perbandingan satu kasus di tahun 2019 menjadi enam kasus pada tahun 2020.

“Yang menonjol selama ini curanmor sebanyak 148 kasus, pencurian pemberatan 84 kasus, pencurian kekerasan 18 kasus, penganiayaan berat tiga kasus, pembakaran satu kasus, korupsi dua kasus, pemerkosaan enam kasus, penipuan 164 kasus,” katanya.

“Lalu kasus penggelapan 130 kasus, penganiayaan terhadap anak delapan kasus, persetubuhan anak di bawah umur 11 kasus, pencabulan anak di bawah umur 18 kasus, KDRT 24 kasus dan penculikan sebanyak satu kasus,” paparnya.

Selain itu, para tersangka yang ditangkap dan diamankan oleh Sat Reskrim Polresta Banda Aceh selama tahun 2020 sebanyak 124 tersangka.

Pada bidang penyalahgunaan narkoba, Polresta Banda Aceh mengakui adanya penurunan jumlah kasus meski tak signifikan. Tahun 2019 lalu, kasus yang ditangani sebanyak 258 kasus dan pada tahun 2020 ini Polresta Banda Aceh menangani 171 kasus yang artinya menurun sebanyak 87 kasus.

“Ada 295 orang tersangka yang terdiri dari 285 pria dan 11 orang wanita, untuk barang bukti yang diamankan ada 22.114,03 gram ganja kering serta 4.571,91 gram sabu,” ungkapnya.

Selain itu, untuk lalu lintas, jumlah angka kecelakaan yang terjadi di kota Banda Aceh meningkat tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 2019, hanya 719 kasus kecelakaan yang terjadi, sementara tahun ini mencapai 542 kasus kecelakaan lalu lintas.

“Artinya, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kota Banda Aceh menurun 177 kasus atau turun 24.61 persen, jika tahun kemarin (2019) korban jiwa yang meninggal dunia sebanyak 48 jiwa maka di tahun 2020 ini mencapai 37 orang meninggal dunia dan luka ringan sebanyak 743 orang,” jelasnya lagi.

Untuk pelanggaran lalu lintas, tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Dimana, jumlah pelanggar lalu lintas di Banda Aceh tahun 2019 sebanyak 4.513 pelanggar, sementara tahun 2020 sebanyak 5.195 pelanggar.

Para pelanggar lalu lintas ini, lanjut dia, terjaring razia petugas dalam sejumlah operasi yang dilakukan seperti Operasi Keselamatan Seulawah 2020, Operasi Patuh Seulawah 2020, Operasi Ketupat Seulawah 2020 dan Operasi Zebra Seulawah 2020.

Selain operasi, polantas juga memberikan imbauan kepada masyarakat seperti mengunjungi sekolah, memasang spanduk imbauan dan lainnya serta mengedepankan teguran saat penindakan pelanggaran lalu lintas.

Trisno pun berharap agar masyarakat beserta stackeholder terkait dapat bekerjasama dengan pihaknya, sekaligus mengawasi kinerja personelnya untuk membangun citra Polri yang semakin baik hingga dapat bekerja secara profesional, modern dan terpercaya.

Untuk kegiatan kedepan dalam pelaksanaan pergantian tahun baru, Kapolresta Banda Aceh berharap, untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif yang saat ini sudah aman tentram jangan sampai melakukan hal-hal yang dapat mengganggu kamtibmas.

“Saya mengimbau bagi lapisan masyarakat, dalam menyambut tahun baru 2021, perbanyak berdoa dan lakukan hal yang bersifat positif lainnya, masyarakat tidak melakukan swiping pada malam pergantian tahun, dilarang menyalakan petasan atau mercon, tidak ugal-ugalan dalam berkendera dan perbanyak zikir dengan mengharapkan Ridha kepada Allah SWT di saat pandemi Covid-19 ini,” pungkas Trisno.

Kombes Pol Trisno Riyanto juga mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak dan awak media atas dukungan dan partisipasinya khususnya dalam mendukung program-program kepolisian menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif. (A)

REKOMENDASI