SEMMI Aceh Singkil Desak Pemerintah Aceh Kaji Ulang Manfaat Penyaluran Dana Hibah Untuk 100 Lembaga

  • Whatsapp
Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Aceh (SEMMI) Aceh Singkil, Rosdiana Sari, (Foto/Ist)

Aceh Singkil | republikace.net – Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Aceh (SEMMI) Aceh Singkil, Rosdiana Sari menilai Pemerintah Aceh perlu melakukan kajian ulang terkait manfaat atas penyaluran dana hibah kepada 100 lembaga di Aceh.

“Kita sama – sama mengetaui, saat ini warga Aceh sedang berjibaku melawan COVID-19. Segala lini lumpuh akibat virus tersebut. Namun pemerintah malah menyalurkan bantuan untuk 100 lembaga dengan jumlah fantastis. Lanka ini sangat melukai masyarakat Aceh” ujar wanita yang akrab disapa dengan sebutan Sari ketika menghubungi republikaceh.net via WhatsApp, Kamis (14/1/2021)

BACA JUGA

Andai kata, lanjut Sari, bantuan tersebut dipergunakan untuk meninggkatkan ekonomi warga dampak COVID-19, tentu akan sangat membantu warga ditengah kondisi seperti ini.

Sari juga mempertanyakan marwah 100 lembaga yang menerima bantuan dana hibah tersebut.

“Ada apa dengan marwah badan/lembaga/organisasi swasta yang ada di aceh?, Tak ada lagi kah yang dinamakan “Agen of change“? apakah hanya karena kepentingan kelompok atau pribadi dengan mudahnya melemah hanya dengan sejumlah rupiah?” ujar Sari

“Sunguh sangat disayangkan, sungguh sangat mengecewakan, dimasa pandemi COVID-19 yang belum juga membaik, bisa-bisanya Pemerintah Aceh mengeluarkan dana hibah dengan nilai Rp 9.597.000.000 kepada 100 badan/lembaga/organisasi swasta yang ada di Aceh dengan taksiran/paket mendapatkan 20-100 juta” tambah Sari

Menurut Sari, Seharusnya dana yang begitu besar tersebut digunakan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19.

“Sadar atau tidak, COVID-19 belum berakhir, masih perlu anggaran besar sebagai pendukung untuk melawan virus ini hingga tuntas, maka kami mendesak Pemerintah Aceh untuk mengkaji lebih detil lagi akan mamfaat penayaluran dana hibah ini seinga tidak terkesan mubazir”

“Kita menduga ini langkah Pemerintah Aceh membungkap kritik terhadap kinerja Gubernur dalam menangani COVID-19 di Aceh dan bisa jadi memanfaatkan keadaan untuk sebuah kepentingan politik di masa ang akan datang,’ Pungkas Sari (Redaksi)

REKOMENDASI