Terpidana Korupsi di Aceh Jaya Bayar Uang Pengganti

  • Whatsapp
Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus pada Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, Yudhi Saputra, SH (dua dari kanan) usai menerima pembayaran uang pengganti dari terpidana perkara tindak pidana korupsi pengadaan meubelair sekolah SD, SMP, SMA/SMK/MA pada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya tahun anggaran 2016, Selasa (19/1/2021) (Foto/Ist)

Calang | republikaceh.com – Mewakili Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Jaya, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Yudhi Saputra, SH menerima pembayaran uang pengganti dari terpidana perkara tindak pidana korupsi pengadaan meubelair sekolah SD, SMP, SMA/SMK/MA pada Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Jaya tahun anggaran 2016, Selasa (19/1/2021).

Pembayaran uang pengganti tersebut diserahkan langsung oleh pihak keluarga terpidana Faisal Bin Kamaruzzaman sebesar Rp. 500.000.000 berlangsung di kantor Kajari Aceh Jaya sekitar pukul 12.30 WIB.

BACA JUGA

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Jaya Bapak Candra Saptaji, SH, MH melalui Kasi Pidsus, Yudhi Saputra, SH kepada republikaceh.net membenarkan perihal adanya proses penyerahan uang pengganti tersebut

“Benar, terpidana Faisal Bin Kamaruzzaman telah melakukan pembayaran uang pengganti Rp.500.000.000.” ujar Yudhi.

Dia menjelaskan, pembayaran uang pengganti tersebut merupakan pidana tambahan yang dibebankan kepada terpidana karena adanya kerugian keuangan negara akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan terpidana.

Bahwa sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 3800 K/Pid.Sus/2019 tanggal 18 November 2019, selain pidana pokok berupa pidana penjara dan denda terpidana Faisal Bin Kamaruzzaman juga dijatuhkan pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.1.946.406.881.

“Jika terpidana tidak membayarkan uang pengganti maka akan diganti dengan pidana penjara selama 3 tahun” terangnya.

Sampai dengan saat ini, lanjut Yudhi, uang pengganti yang suda disetorkan berjumlah Rp. 827.777.777 dengan rincian uang rampasan Rp.40.000.000, uang hasil lelang 1 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport milik terpidana senilai Rp. 287.777.777, dan Rp. 500.000.000 yang baru saja disetorkan oleh keluarga terpidana. Dan sisa uang pengganti yang harus dibayarkan oleh terpidana sebesar Rp.1.118.629.104.

Yudhi menambahkan, jika terpidana tidak melunasi sisa uang pengganti tersebut, maka terpidana tetap akan menjalani pidana penjara dengan perhitungan pengurangan pidana penjara pengganti sesuai dengan uang pengganti yang telah dibayarkan.

“Bahwa terhadap uang pengganti Rp.500.000.000 yang diterima oleh Kejaksaan Negeri Aceh, uang tersebut langsung akan disetorkan ke kas Negara,” tutup Yudhi.

Untuk di ketahui, Penahanan tersangka Faisal berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejari Aceh Jaya nomor : Print-02/N.1.24/Fd.1/11/2018 yang dikeluarkan pada tanggal 7 November 2018.

Tersangka Faisal bertindak selaku rekananan sebagai pelaksana penyedia barang atau jasa pada pengadaan Meubelair sekolah pada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Jaya yang bersumber dari APBK-OTSUS tahun anggaran 2016. (Redaksi)

REKOMENDASI