Selama Pandemi, Keuchik Ule Madon Aceh Utara Sukses Kembangkan Bonkla

  • Whatsapp
Salahuddin (45), Keuchik Gampong Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, memperlihatkan bonsai kelapa (bonkla) yang digandrunginya selama pandemi, Rabu, (27/1/2021) (Foto/Zaman Huri)

Aceh Utara | republikaceh.net – Salahuddin (45), Keuchik Gampong Ule Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, sukses mengembangkan bonsai kelapa (bonkla) yang digandrunginya selama pandemi.

Berkat ketekunan dan keuletannya, usaha Salahuddin tidak sia-sia dan kini telah membuahkan hasil yang bernilai ekonomis. Omset perbulan mencapai hingga 3 sampai 4 juta rupiah per bulan.

BACA JUGA

Saat dikunjungi republikaceh.net di rumahnya, Rabu, (27/1/2021), Salahuddin menuturkan, dirinya menggandrungi bonkla berawal dari hobby. Motif dan karakter kelapa kerdil ini pun di buat Salahuddin bercorak ragam.

“Ada banyak varian bonkla yang saya buat, seperti akar gurita, semut nungging, love, lepas angin, original, semi original, hingga motif alien” papar Salahuddin.

Sejumlah Bongsai kelapa yang digandrungin Salahuddin selama Pandemi, Rabu (27/12021 (Foto/Zaman Huri)

Menurutnya, kelapa yang baik untuk membuat bonkla ada beberapa jenis, seperti kelapa gading merah, gading susu dan albino. Namun demikian, jenis kelapa lain juga dapat dibonsai, akan tapi nilai ekonomisnya rendah, karena kurang diminati pembeli.

Salahuddin mengaku, harga bonkla miliknya bervariasi. Mulai dari 200 ribu rupiah hingga 1,5 juta rupiah per batang.

“Harga jual bonsai kelapa ini tergantung motif dan ukurannya. Semakin unik, bagus dan kerdil tentu harganya juga semakin baik”. Katanya.

Saat ini, Bonsai kelapa milik Salahuddin ramai diburu berbagai kalangan dari Kabupaten Aceh Utara, Bireun dan Kota Lhokseumawe, “karena bentuknya unik, banyak yang suka” tutup Salahuddin. (Zaman Huri)

REKOMENDASI