Terlibatan sebagai Pemesan Sabu, Polisi Periksa Seorang Narapidana Rutan Klas II B Banda Aceh

  • Whatsapp
Kasat Resnarkoba Poresta Banda Aceh, AKP Raja Aminuddin Harahap (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – FP (27) seorang narapidana asal Aceh Barat yang sedang menjalani masa tinggal di Rumah Tahanan Klas II B Banda Aceh oleh penyidik ​​Satr Resnarkoba Polresta Banda Aceh sebagai atas interaksinya sebagai pemesan sabu kepada salah seorang yang ditetapkan DPO pada saat ini.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Resnarkoba, AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, pemeriksaan terhadap FP berawal dari penangkap tersangka CO (43), warga Banda Aceh yang menjadi penghubung dalam transasksi sabu.

BACA JUGA

“Kami terlebih dahulu melakukan penangkap terhadap CO warga Banda Aceh yang memiliki narkotika jenis sabu sebanyak tujuh paket dengan berat 23,47 gram di sebuah rumah kawasan Lamlugob, Banda Aceh, Kamis malam (21/1/2021),” sebut Raja.

Setelah dilakukan pengembangan, CO mengaku, sabu itu merupakan pesanan dari FP yang sudah memilih di Rutan Klas II B Banda Aceh.

Setelah dilakukan interogasi oleh penyidik, CO bersedia mengakui bahwa ia menerima tugas dari FP untuk mengambil sabu pada FD di kawasan Lamteuba, Aceh Besar sebanyak seperempat ons. Namun, FD saat ini ditetapkan sebagai DPO Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh.

“Selain itu, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap FP, ia diketahui oleh CO untuk memberikan sabu tersebut pada dirinya dengan cara melempar ke dalam rutan melalui dinding samping rutan yang bersebelahan dengan jalan umum. Akan tetapi CO terlebih dahulu kami tangkap,” tutur Kasat.

Sementara, FP menunjukkan nomor kontak FD dari salah seorang narapida yang tindak pidana sabu yang berada di Lapas Meulaboh, Aceh Barat yang berinisial ARZ.

Mereka kembali dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Pasal 114 ayat (2) dari UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan larangan penjara selama 20 tahun.

Konsumsi Narkotika, Sejumlah Pria di Banda Aceh dan Aceh Besar Ditangkap

Selain penjaga narapidana dari Rutan Klas IIB Banda Aceh, Sat Resnarkoba Polresta Banda Aceh juga disimpan 14 tersangka lainnya di berbagai tempat dalam wilayah hukum Polresta Banda Aceh dalam kurun waktu sepekan.

AKP Raja Aminuddin Harahap mengatakan, dalam sepekan ini pihaknya meringkus 14 tersangka dalam perkara narkotika, baik jenis sabu maupun ganja kering.

“Sebanyak 14 tersangka dari berbagai lokasi ditangkap dan ini merupakan aksi kami minggu keempat bulan Januari tahun 2021,” katanya.

Dari 14 tersangka, petugas lembaga barang berupa bukti 48,58 gram sabu, 31 butir pil ekstasi dan 106,82 gram daun ganja kering. Semua tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Banda Aceh.

Karena itu, mantan Kasat Resnarkoba Polres Pidie dan Aceh Besar ini juga mengimbau warga yang mendapatkan informasi terkait peredaran narkoba agar dapat melaporkan ke pihak berwajib.

“Mereka sulit diungkap karena sel-selnya ini terputus. Untuk meminta bantuan masyarakat terkait adanya peredaran narkotika ini dan kalau ditemukan jangan ragu-ragu laporkan kepada kami, ”pintanya. (***)

REKOMENDASI