Komisi C DPRK Aceh Jaya Temukan Pembangunan Tambak Masuk Batas Sempadan Pantai

  • Whatsapp
Lokasi Pembangunan tambak udang Vannamei di Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya masuk Batas Sempadan Pantai, Kamis (4/2/2021) (Foto/ Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net -Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten ( DPRK ) Aceh Jaya kembali meninjau tambak udang Vannamei di Kecamatan Setia Bakti, Kecamatan Darul Hikmah dan Kecamatan Sampoiniet, Kamis (4/2/2021).

Tinjauan tersebut dalam rangka kunjungan kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa, Wakil Ketua, Samsuddin Yahya, anggota, Usmad ID dan Muslim.

Usman ID, anggota Komisi C DPRK Aceh Jaya kepada republikaceh.net mengungkapkan, peninjauan tambak tersebut dilakukan di lima lokasi dan menemukan sejumlah permasalahan administrasi, tata ruang dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)

“Lokasi tambak pertama kami tinjau di Desa Lhok Buya, Kecamatan Setia Bakti. Tambak ini izinnya sedang di urus namun penanggung jawabnya mengeluhkan biaya pengurusan izin UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup). Mereka sudah produksi. Penanggung jawab berjanji akan melanjutkan pengurusan dalam bulan ini” terang Usman.

Ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa bersama Wakil Ketua, Samsuddin Yahya dan anggota Usmad ID, Muslim saat menijau lakosi tambak di Desa Lhok Buya Kecamatan Setia Bakti, Kamis (4/2/2021) (Foto/Zahlul Akbar) .

Selanjutnya, kata Usman, lokasi tambah kedua yang dilakukan peninjauan berada di Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah.

“Tambak ini dikelola secara tradisional. IPAL pun tidak ada. Limbahnya dibuang ke sungai. Saat kami ke lokasi, penanggung jawab dan teknisi tidak di tempat. di lokasi, kita bertemu dengan operator alat berat, kami telah mengamanahkan agar disampai kepada pengelola agar dibuat IPAL dan mengurus izin” bebernya.

Baca juga: Pelaku Usaha Tambak Masih Bandel, Komisi C DPRK Aceh Jaya Minta Dinas Terkait Bertindak

Lokasi ke tiga, lanjutnya, juga berada di Desa Patek, Kecamatan Darul Hikmah. Tambak tersebut masih dalam tahap pembangunan namun sebagiannya masuk kawasan batas sempadan pantai di bagian arah sebelah pantai.

“Merujuk pada Perpres Nomor 51 Tahun 2016 tentang Batas Sempadan Pantai dimana ada poin mengatakan, Sempadan pantai adalah daratan sepanjang tepian pantai, yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi fisik pantai, minimal 100 (seratus) meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat. Pembangunan tambak ini sudah masuk kedalam kawasan tersebut” paparnya.

“Sayangnya, saat kami ke lokasi, tidak satu pun orang di sana, sehingga kami tidak dapat menyarakan agar hal tersebut, perlu diperbaiki” ujarnya lagi.

Ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa bersama Wakil Ketua, Samsuddin Yahya dan anggota Usmad ID, Muslim saat menijau lakosi tambak tradisional di Desa Patek Kecamatan Darul Hikmah, Kamis (4/2/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Usman menambahkan, untuk lokasi ke empat berada di Desa Kuala Bakong Kecamatan Sampoiniet. Tambak tersebut juga sedang tahapan pembangunan.

“Di lokasi ini kami menemukan beberapa persoalan. Mulai dari belum adanya izin operasional hingga lokasi pembangunan juga memasuki areal Batas Sempadan Pantai. Pembangunan tambah ini dikelola oleh PT. Kaki Putih Inti Samudra, Sedangkan konsultan tambak dari perusahaan pendamping, CV. Prima ” jelasnya.

Baca jaga: Komisi C DPRK Aceh Jaya Tinjau Keretakan Box Bunga Pada Pagar Taman Tsunami Park, Calang

Usman kembali mengungkapkan, jika teknisi sudah mengiyakan akan membantu mendampingi pengurusan proses izin usaha tersebut.

“Sedangkan di lokasi kelima juga di Desa Kuala Bakong Kecamatan Sampoiniet. Kami menemukan IPAL yang belum memadai sehingga air mengalir keluar dan kondisi seperti ini sangat berbahaya. Namun demikian, komitmen akan segera memperbaiki waktu dekat” pungkasnya.

Ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa bersama Wakil Ketua, Samsuddin Yahya dan angota Usmad ID, Muslim saat menijau lakosi pembagunan tambak di Desa Kuala Bakong Kecamatan Sampoiniet, Kamis (4/2/2021) (Foto / Zahlul Akbar)

Sementara itu, Darma Putra, Tenaga konsultan tambak dari perusahaan pendamping, CV. Prima saat ditemui di lokasi tambak di Desa Kuala Bakong Kecamatan Sampoiniet menyampaikan, dengan adanya petunjuk dari Komisi C DPRK Aceh Jaya maka akan segera dilakukan perbaikan dan melengkapi kekurangan yang ada.

“Dengan adanya giat Komisi C DPRK Aceh Jaya seperti ini, saya pribadi sangat mendukung, sehingga para pelaku tambak terarah. Jadi, kita melakukan aktifitas usaha tambak udang Vannamei ini tanpa ada menghasilkan, istilahnya, merusak lingkungan” ujar Darma

Dia juga berkomitmen akan mempertimbangkan masukan Komisi C DPRK Aceh Jaya kepada pemilik tambak. Dia juga berkomitmen akan melakukan pendampingan pengurusan izin – izin yang belum ada.

 

Ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa bersama Wakil Ketua, Samsuddin Yahya dan angota Usmad ID, Muslim saat menijau lakosi tambak di Desa Kuala Bakong Kecamatan Sampoiniet, Kamis (4/2/2021) (Foto / Zahlul Akbar)

Saat dimintai tanggapannya, Ketua Komisi DPRK Aceh Jaya, Fitri Maya Lisa berharap pelaku usaha tambak agar memenuhi persyaratan pengadaan usaha tambak.

“Kami pada kenyataan sangat setuju ada investor masuk ke Aceh Jaya dan mengembangkan usahanya namun perlu diketahui investor-investor tersebut harus memenuhi persyaratan yang ada sehingga usaha bertentangan dengan peraturan yang ada” ujar Maya.

Dia mengungkapkan, saat melakukan peninjauan, Komisi C DPRK Aceh Jaya selalu memberikan arahan dan petunjuk kepada pemilik tambak atau perwakilannya di lokasi.

“Setiap saat giat ke lokasi tambak. Kami selalu memberikan arahan dan petunjuk kepada pemilik tambak atau perwakilannya agar segala kekurangan bisa segera mendukung karena kami berharap, di Aceh Jaya bebas dari tambak ilegal dan temuan – temuan ini nantinya akan kami sampaikan kepimpinan” tutupnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI