Polisi Ringkus “Preman Pensiun”, Ini Kasusnya

  • Whatsapp
Personil Sat Reskrim Polresta Banda Aceh memperlihatkan sejumlah barang bukti, Jumat (5/1/2021) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Sekelompok pemuda yang menamakan diri Preman Pensiun dalam sebuah grup WhatsApp diringkus oleh Unit Reskrim Polsek Kuta Alam Polresta Banda Aceh dalam sebuah kamar hotel di kawasan Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Mereka ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari warga setempat tentang adanya kegiatan yang mencurigakan.

Terungkap, kegiatan yang dilakukan oleh para tersangka adalah mencuri satu unit genset dan handphone yang rencananya akan dijual untuk membeli narkotika jenis sabu.

Kejadian ini pun sesuai dengan LP/02/YAN.2.5/202 1/Sek Jaya Baru tanggal 26 Januari 2021 yang dilaporkan oleh Sahrul, (52), warga Punge Blang Cut, Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha, Jumat (5/2/2021) mengatakan, warga melaporkan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda dalam sebuah kamar hotel dengan kegiatan yang mencurigakan.

“Sehingga dilakukan penyelidikan dan penggeledahan kamar yang dihuni oleh mereka,” lanjut Kasat didampingi Kasubbag Humas, Iptu Hardi dan Kanit Jatanras, Ipda Pulung Nur Hidayatullah.

Ia menjelaskan, awal penangkapan bermula dari Unit Reskrim Polsek Kuta Alam mendapatkan laporan tentang terjadinya pencurian sesuai dengan laporan polisi yang dilaporkan oleh korban ada kaitannya dengan laporan kehilangan genset di Hotel Rajawali.

Setelah penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Kuta Alam di salah satu kamar digerebek ditemukan sekelompok remaja dengan inisial BR (16), MR (17), ADM (16), MN (19), BG (19), dan BN (19).

“Dari tangan sekelompok remaja tersebut turut ditemukan barang berupa bong (alat isap sabu) serta mereka mengakui baru saja selesai menggunakan narkoba jenis sabu dan para kelompok remaja tersebut menamainya di dalam grup WhatsApp dengan nama “PREMAN PENSIUN”,” ungkapnya.

Mereka pun akhirnya diamankan di Polsek Kuta Alam. Dari hasil interogasi, kelompok remaja ini diketahui sudah melakukan pencurian di beberapa tempat di Banda Aceh.

Menerima pengakuan mereka, Ipda Pulung Nur Hidayatullah bersama Tim Opsnal Jatanras Sat Reskrim Polresta Banda Aceh dan personel Unit Reskrim Polsek Kuta Alam melakukan pengembangan.

“Kami melakukan interogasi terhadap keenam tersangka dan diketahui mereka telah melakukan pencurian di 18 TKP,” katanya.

Para Preman Pensiun tersebut melakukan pencurian barang elektronik berupa handphone di beberapa lokasi diantaranya tiga kali di Kecamatan Banda Raya, lima kali di Kecamatan Meuraxa, lima kali di Kecamatan Jaya Baru dan satu kali di Kecamatan Peukan Bada.

Kemudian, satu kali di Kecamatan Ulee Kareng, satu kali di Kecamatan Baitussalam, satu kali di Kecamatan Lueng Bata dan satu kali di Kecamatan Darussalam.

“Dari hasil berapa-berapa TKP, barang hasil pencurian tersebut dijualkan tersangka kepada DP (19) dengan harga yang tidak normal, diantaranya HP Advan biru dengan harga Rp 200 ribu, HP Realmi C11 serta kotak dengan harga Rp 1 juta, HP Xiomi S2 serta kotak dengan harga Rp 650 ribu, HP Oppo dengan harga Rp 250 ribu, HP Samsung J2 dengan harga Rp 370 ribu, HP Samsung J2 dengan harga Rp 250 ribu, HP Realmi C2 warna biru dengan harga Rp 450 ribu, HP Advan warna putih dengan harga Rp 110 ribu dan Hp Vivo Y12 dengan harga Rp 550 ribu,” jelasnya.

Polisi pun berhasil mengamankan barang bukti handphone dari para pelaku sebanyak 15 unit handphone, tiga unit power bank, tiga buah tabung gas 3 kg dan dua unit sepeda motor yang dipergunakan sebagai alat bantu.

“Untuk saat ini para tersangka diamankan di sel Mapolresta Banda Aceh, mereka diancam dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun,” kata AKP M Ryan lagi.

Untuk anak bawah umur, tambah dia, dikenakan Pasal 363 KUHP Jo UU RI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Anak dengan ancaman penjara tujuh tahun.

“Sementara pelaku dewasa, dikenakan Pasal 363 KUHP ancaman pidana penjara dan penadah Pasal 480 KUHP ancamam pidana empat tahun,” tutupnya. (***)

REKOMENDASI