Tempat Sampah Liar yang Kini Menjadi Destinasi Wisata

  • Whatsapp
Pamplet Lauching lokasi Alih fungsi tempat pembangan sampah liar menjadi destinasi wisata, Jumat, (6/2/2021) (Foto/Zaman Huri)

Lhokseumawe | republikaceh.net – Tempat pembuangan sampah liar di tepi jembatan itu kini telah berubah menjadi area publik menyenangkan. Warna warni di tembok dan besi bahu jembatan bukan tak beralasan saat di cat, hingga taman pun disuguhkan.

Sebuah balai kecil berkonstruksi kayu berdiri kokoh di tepian jalan, dikelilingi puluhan ban bekas dan batu yang telah dibubuhi cat menawan berjejeran.

Perubahan mencolok itu telah mengundang perhatian setiap pengguna jalan, maupun masyarakat sekitaran.

Betapa tidak, sebelumnya, para pengguna jalan yang melintasi antara Kemukiman Meuraksa menuju Keude Peunteut ini, disuguhi dengan pandangan tumpukan sampah liar dan aroma tak sedap. Kini telah beralih fungsi, menjadi lokasi pusat wisata dan kuliner Gampong Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Warga sedang membelikan jajanan di lokasi Alih fungsi tempat pembangan sampah liar menjadi destinasi wisata, Jumat, (6/2/2021) (Foto/Zaman Huri)

Semenjak dibuka beberapa hari lalu, masyarakat sekitar menjadikan lokasi ini sebagai destinasi di sore hari, untuk menikmati jajanan dan kuliner, ataupun hanya sekedar ber-selfi ria.

“Alhamdulillah, mungkin dengan cara ini kami menegur secara terhormat, walaupun belum selesai penyiapan ruang publik, baru ala-ala sederhana. Kami berharap tidak ada lagi yang nyampah sembarang”. Ungkap pencetus ide kreatif ini, Ridha Fahmi, S.STP. MSP, saat ditemui republikaceh.net, di lokasi, Jumat sore, (6/2/2021).

Pria paruh baya, aktif sebagai Camat Blang Mangat ini pun menuturkan. Dengan adanya lokasi kuliner baru ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat yang ada di Kemukiman Meuraksa dan sekitarnya.

“Semoga lokasi ini nantinya berkembang menjadi lahan pemberdayaan ekonomi masyarakat, menjadi pusat jajanan kuliner di bawah koordinasi Gampong. Jangka panjangnya menjadi ruang terbuka hijau yang nyaman”. tutur Ridha.

“Dulu di sini kumuh, banyak sampah. Kami sepakat merubah tampilan melalui swadaya dan kolaborasi dengan Warga. Pihak Gampong dan Tim Kecamatan.  Potensinya luar biasa, Insyaa Allah semoga berkembang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tidak ada yg tidak mungkin”. Tutup Ridha. (Zaman Huri)

REKOMENDASI