Alhudri: Sekolah Itu Tempat Membangun Karakter

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Tak ada ruangan di lima sekolah ini: SMAN 1 Samalanga, SMAN 2 Samalanga, SMAN 1 Simpang Mamplam, SMKN 1 Simpang Mamplam, dan SMAN 1 Pandrah, yang luput dari perhatian Alhudri, Kepala Dinas Pendidikan Aceh. Mulai dari ruang guru hingga kamar mandi, satu per satu ruangan itu diperiksa.

Di SMAN 1 Samalanga, Alhudri memulai inspeksi dari ruang kepala sekolah. Berlanjut ke ruang guru, ruang belajar, kamar mandi guru dan kamar mandi siswa. Di sekolah ini, Alhudri menemukan sejumlah kaca jendela, meja dan kursi rusak.

Di SMAN 2 Samalanga, Alhudri memeriksa ruang guru, perpustakaan, ruang kelas dan wastafel. Dia sempat terkejut melihat banyak buku berserakan. “Kenapa bisa begini?” kata Alhudri. “Sekolah kami baru siap banjir, Pak,” sahut pesuruh sekolah.

Di semua sekolah yang disambangi, Alhudri mendapati sejumlah kekurangan. Ini adalah inspeksi pertama usai presentasi buku kepala sekolah. Dia datang bersama Kabid Pembinaan SMK Azizah, Pelaksana tugas Kabid Pembinaan GTK Muksalmina, dan Kepala UPTD Balai Tekkomdik T Fariyal. Tak satupun pengurus sekolah yang mengetahui rencana kedatangan Alhudri dan rombongan.

“Perlu kerja keras kepala sekolah dan guru untuk membuat sekolah ini menjadi tempat yang nyaman untuk belajar,” kata Alhudri, Jumat, 12 Februari 2021.

Di SMAN 1 Simpang Mamplam, Alhudri terlihat lebih banyak tersenyum. Usai memeriksa semua ruangan, termasuk kamar mandi, Alhudri memuji kepemimpinan di sekolah ini yang cakap dan mampu membuat sekolah menjadi tempat yang nyaman bagi guru dan siswa.

Tempat ke empat yang didatangi Alhudri adalah SMKN 1 Simpang Mamplam. Sekolah ini terbilang bagus dan bersih meski masih terdapat sampah berserakan di beberapa titik yang mengganggu pemandangan. SMK ini memiliki lahan seluas hampir 7 hektare dan sebagiannya telah ditanami palawija.

Namun masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan dengan baik. Alhudri berharap lahan luas itu dimanfaatkan untuk praktik siswa. “SMK harus melahirkan lulusan yang bisa bekerja di dunia usaha dan dunia industri,” kata Alhudri seraya berpesan agar kepala sekolah membenahi beberapa bagian sehingga sekolah benar-benar nyaman dan bersih.

Menjelang Magrib, Alhudri berkunjung ke SMAN 1 Pandrah. Meski malam mulai merangkak, Alhudri tetap memasuki sekolah itu dan melakukan hal yang sama seperti di sekolah sebelumnya.

“Sesuai arahan Gubernur Aceh dan Sekda untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh harus ada terobosan. Salah satu cara dengan mengevaluasi langsung ke sekolah-sekolah,” ujar Alhudri.

Alhudri mengatakan sekolah merupakan tempat membangun karakter. Semua hal yang ditemui siswa di sekolah akan berpengaruh pada budaya dan kebiasaan mereka hingga dewasa. Termasuk soal kebersihan dan kenyamanan. Jika mereka tidak dididik untuk menjaga kebersihan lingkungan, hal ini akan berdampak pada saat mereka memasuki dunia pendidikan yang lebih tinggi dan dunia kerja.

Alhudri juga berharap agar semua pihak di sekolah mau menjalankan delapan standar nasional pendidikan. Manajemen pengelolaan sekolah, kata Alhudri, sangat mempengaruhi mutu lulusan. Hal ini, kata Alhudri, tidak sekadar dilihat dari tingkat kelulusan di perguruan tinggi.

Sekolah, kata Alhudri, harus menjadi tempat siswa mematangkan diri dan menjadikan mereka cakap secara sosial. Murid di Aceh harus juga menguasai pengetahuan dan trampil. Sehinga para siswa mampu bersaing dan menempatkan diri dalam realitas usai mereka menjalani pendidikan di sekolah.

“Itu yang penting dan menjadi tolak ukur sesungguhnya dari pendidikan yang kita selenggarakan,” kata Alhudri. (ifr)

 

REKOMENDASI