Diduga Cabuli Anak Kandungnya, Oknum PNS Ditangkap

  • Whatsapp
SUR saat diamankan personel Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Selasa (16/2/2021) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – SUR (46), warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar yang berprofesi sebagai PNS di salah satu instansi di Banda Aceh terpaksa berurusan dengan polisi.

Pasalnya, ia diduga telah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih berusia empat tahun yang masih duduk di bangku sekolah Taman Kanak-kanak (TK).

SUR pun ditangkap personel Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh pada Selasa (16/2/2021) kemarin berdasarkan laporan yang dibuat pihak korban usai kejadian memilukan tersebut.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasat Reskrim, AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan, kejadian yang menimpa korban terjadi di rumah SUR yang berada di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Kamis (14/1/2021) lalu.

“Kejadian ini terjadi saat ibu korban sedang tidak berada di rumah, saat penyelidikan, diketahui orang tua korban tidak tinggal bersama lagi, karena ada permasalahan internal,” ujarnya Rabu (17/2/2021).

Awalnya, korban dijemput oleh tersangka SUR di sekolahnya. Berdasarkan keterangan salah seorang guru sekolah kepada ibu korban, korban dijemput untuk dibawa ke rumah tersangka.

“Selang empat hari kemudian, korban diantar oleh neneknya ke rumah ibunya, sore hari korban mengeluh sakit di bagian kemaluan, ibu korban membawanya ke rumah kakaknya yang kebetulan berprofesi sebagai bidan. Saat diperiksa, ditemukan lecet dan adanya cairan putih di kemaluan korban,” kata Kasat.

Berdasarkan Laporan Polisi yang dilaporkan ibu korban dengan Nomor LPB/22/I/YAN. 2.5/2021/SPKT tanggal 22 Januari 2021, personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Banda Aceh melakukan penyelidikan terhadap kasus itu sehingga membuahkan hasil.

“Tersangka SUR ditangkap personel Unit PPA di rumahnya dan langsung dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk diperiksa terkait kejahatan yang dilakukan,” sebut Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani.

SUR hingga kini tak mengakui perbuatannya. Namun, korban menceritakan kepada penyidik dan psikiater bahwa pelaku adalah ayah kandungnya sendiri sesuai dengan apa yang diberitahukan kepada ibunya.

“Sementara kami masih fokus menangani kondisi psikis korban dan saat ini korban sedang dalam pendampingan psikiater. Hal ini bertujuan agar masalah tersebut tidak menimbulkan trauma yang berlebihan terhadap korban,” tambah Kanit PPA.

Atas perbuatannya, tersangka SUR dijerat Pasal 49 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. (***)

REKOMENDASI