Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Musnahkan Barang Ilegal di Langsa, Jumlahnya Fantastis

  • Whatsapp
Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama personil TNI-Polri melakukan pemusnahan barang sitaan milik negara yang merupakan hasil penindakan di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Langsa di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2/2021) (Foto/Ist)

Langsa | republikaceh.net – Sebagai wujud dari salah satu tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang Community Protector yakni melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal, Bea Cukai Langsa memusnahkan jutaan batang rokok serta bibit kelapa dan pakan ternak, Kamis (25/2/2021).

Pemusnahan barang sitaan milik negara yang merupakan hasil penindakan ini dilaksanakan di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Langsa yang berada di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Langsa, Tri Hartana mengungkapkan, sebanyak 1.021.320 batang rokok ilegal, 22 buah bibit kelapa sebanyak satu koli dan lima buah pakan ternak sebanyak satu koli dimusnahkan kali ini.

“Diperkirakan total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 1.037.813.921 dan total kerugian negara sebesar Rp 479.413.213,” ujarnya.

Barang sitaan milik negara yang merupakan hasil penindakan sebelum dimusnahkan di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Langsa di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2/2021) (Foto/Ist)

Tri menjelaskan, Barang Milik Negara (BMN) berupa rokok ilegal, bibit kelapa dan pakan ternak tersebut merupakan barang bukti hasil penindakan dari kegiatan operasi pasar dan patroli darat oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Langsa sepanjang bulan Agustus hingga Desember tahun 2020 kemarin.

“Prosedur pemusnahan BMN tersebut dilakukan dengan cara dipotong kemudian dibakar guna untuk menghilangkan fungsi utamanya, lalu diakhiri dengan ditimbun tanah,” ungkapnya.

Petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bersama personil TNI-Polri memperlihatkan barang sitaan milik negara yang merupakan hasil penindakan sebelum dilakukan pemusnahan di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Langsa di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2/2021) (Foto/Ist)

Berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 Tentang Cukai menyebutkan bahwa barang kena cukai (BKC) dan barang lain yang berasal dari pelanggar tidak dikenal dikuasai negara dan berada dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan apabila dalam jangka waktu empat belas hari sejak dikuasai negara pelanggarnya tetap tidak diketahui, barang kena cukai dan barang lain tersebut maka ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 178/PMK.04/2019 tentang Penyelesaian Terhadap Barang yang Dinyatakan Tidak Dikuasai, Barang yang Dikuasai Negara dan Barang yang Menjadi Milik Negara, dalam hal barang dan/atau sarana pengangkut ditegah oleh pejabat Bea Cukai dapat langsung ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN).

Apabila dalam jangka waktu 30 hari sejak disimpan di Tempat Penimbunan Pabean (TPP) atau tempat lain yang berfungsi sebagai TPP, barang dan/atau sarana pengangkut tersebut tak dapat diselesaikan kewajiban pabeannya oleh pemiliknya maka atas BDN tersebut langsung dinyatakan menjadi Barang yang menjadi Milik Negara (BMN).

Satu unit alat berat sedang menguburkan sisa pemusnahan barang sitaan milik negara yang merupakan hasil penindakan di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) milik Pemerintah Kota Langsa di Jalan Gedebang Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Kamis (25/2/2021) (Foto/Ist)

Pihaknya pun berharap, dengan diadakanya pemusnahan BMN eks penindakan dibidang kepabeanan dan cukai ini, masyarakat dapat teredukasi serta menghindari untuk membeli, mengkonsumsi, maupun memproduksi barang-barang ilegal.

Selain itu, kedepannya Dirjen Bea dan Cukai khususnya Bea Cukai Langsa akan terus meningkatkan kegiatan pengawasan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami berharap dapat meningkatkan kerjasama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya serta tak kalah pentingnya kami sangat mengharapkan peran serta dari masyarakat dalam membantu Dirjen Bea dan Cukai melaksanakan tugas dan fungsinya, baik dengan memberikan informasi-informasi terjadinya pelanggaran ketentuan, maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai,” tambahnya. (***)

REKOMENDASI