Bea Cukai dan Kejaksaan Musnahkan 10,2 Juta Batang Rokok Ilegal

  • Whatsapp
Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Kejati Aceh dan Kejari Aceh Utara memusnahkan jutaan batang rokok ilegal di Tempat Pembuangan Sampah yang berada di kawasan Gampong Teupin Keubeu, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (9/3/2021) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Kanwil Bea Cukai Aceh bersama Kejati Aceh dan Kejari Aceh Utara memusnahkan jutaan batang rokok ilegal di Tempat Pembuangan Sampah yang berada di kawasan Gampong Teupin Keubeu, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Selasa (9/3/2021).

Pemusnahan rokok ini dilakukan setelah adanya kekuatan hukum tetap (inkrah) terhadap 10,2 juta batang rokok ilegal yang merupakan hasil pencegahan Bea Cukai pada tahun 2020 kemarin.

Kepala Bidang Kehumasan Kanwil Bea Cukai Aceh, Isnu Irwantoro mengungkapkan, rokok ilegal tersebut bernilai sebesar Rp 10,3 miliar lebih dengan potensi kerugian negara dari sektor perpajakan sebesar Rp 11,7 miliar lebih.

“Di samping kerugian negara, terdapat juga kerugian dari sisi sosial dan kesehatan yang tidak dapat dinilai dengan nilai finansial. Pemusnahan rokok ilegal ini dilakukan dengan cara dibakar yang kemudian dibuang ke TPS tersebut,” ungkapnya.

Isnu menjelaskan, sebanyak 10,2 juta batang rokok ilegal yang dimusnahkan merupakan rokok ilegal impor dengan merek Luffman yang tak dilekati pita cukai (rokok polos).

Rokok ilegal ini merupakan barang hasil penyidikan di bidang cukai oleh Kanwil Bea Cukai Aceh pada periode 2020 yang semuanya telah ditetapkan menjadi barang bukti yang telah mempunyai kekuatan
hukum tetap (Incracht).

“Rokok ilegal ini merupakan hasil tegahan oleh Satgas Bea Cukai di Aceh yang telah melaksanakan patroli darat maupun patroli laut di wilayah Aceh. Kanwil Bea Cukai Aceh beserta lima Kantor Bea Cukai lainnya yang ada di Aceh yang tersebar di Sabang, Banda Aceh, Meulaboh, Lhokseumawe dan Kuala Langsa telah  bersinergi dengan aparatur TNI-Polri, Pemprov, Pemkab dan Pemko serta instansi terkait untuk secara konsisten menekan pertumbuhan dan persebaran rokok ilegal di Aceh,” jelasnya.

Pihaknya berharap, peredaran rokok ilegal di provinsi ini berkurang yang pada akhirnya dapat memenuhi target nasional persebaran rokok ilegal sebanyak 3 persen pada tahun 2020.

Misi Bea Cukai yang diantaranya melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang ilegal serta mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai secara terus menerus berkomitmen untuk memberantas rokok ilegal dengan programnya “Gempur Rokok Ilegal”.

“Setiap Kantor Bea Cukai di Aceh juga turut andil dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai rokok ilegal dan selalu menghimbau masyarakat untuk tidak turut serta membeli, menjual, mendistribusikan, maupun menimbun rokok ilegal dengan ciri cirinya rokok yang tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai salah personalisasi/peruntukan dan/atau dilekati pita cukai bekas,” tambah Isnu. (***)

REKOMENDASI