Koordinator Tim UAS: Terimakasih Masyarakat Aceh

  • Whatsapp
Ustadz Nazaruddin Yahya, LC, (kanan), Dr. Muhammad Riza (kiri) dan Prof. Dr. Abdul Somad, LC. MA (tengah) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Kedatangan Prof. Dr.Abdul Somad, LC.MA ke Aceh, untuk mengisi tausiah dan memberi motivasi belajar kepada santri di Dayah, pada tanggal 6/7 Maret 2021, memberi kesan mendalam bagi masyarakat Aceh.

Selain itu, Dai kondang nasional yang akrab disapa dengan UAS ini, juga menyempatkan diri untuk bersilaturrahmi dengan Ulama Kharismatik dan berziarah ke makam Ulama.

Hal itu, di ungkapkan oleh Safrizal, salah seorang warga Kota Lhokseumawe, kepada republikaceh.net, Jumat, (12/3/2021).

Menurutnya, sosok UAS adalah Ulama dan pendakwah yang ikhlas dalam membina umat.

“Dulu saya mendengar ceramah dan mengenali UAS hanya lewat youtube. Terus terang saya kagum, hampir semua ceramah dan kajian UAS saya ikuti di channel Tafaqquh.” sebutnya.

Setelah bertemu langsung dengan UAS kemarin, saya baru tau, ternyata UAS melebihi apa yang ada di pikiran saya selama ini. Tambah Safrizal.

“Walaupun pendidikan S1 di Universitas Al Azhar Cairo Mesir, dan S2 di Darul Hadist Kerajaan Morocco, serta S3 di Sudan. UAS orangnya sangat bersahaja dan sederhana. UAS tidak hanya mendidik umat melalui kata katanya, tapi juga dengan sikap dan perilaku.” Jelas Safrizal.

Sementara itu, Koordinator Tim UAS untuk Aceh, Ustadz Nazaruddin Yahya, LC, ketika di konfirmasi republikaceh.net, melalui telepon seluler mengucapkan, rasa terimakasihnya kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah menyambut dan menerima UAS dengan baik.

“Kami atas nama UAS dan Tim UAS untuk Aceh, menyampaikan terimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh dan seluruh unsur yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga agenda UAS di Aceh dapat terlaksana dengan baik.” Ucap Ustadz Nazar, yang juga Alumni Al Azhar Cairo Mesir.

Selain itu, dirinya juga menyampaikan permohonan maaf, kepada seluruh masyarakat Aceh dan semua unsur, bila mana terdapat kekurangan dan kelemahan selama UAS di Aceh.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf, jika ada kekurangan ketika mendampingi UAS, mungkin saja dari segi koordinasi, ataupun waktu yang terbatas. Insya Allah, ke depan kita akan usahakan lebih baik lagi”. Tutup Ustadz Nazar. (Zaman Huri)

REKOMENDASI