DPRK Aceh Jaya Temukan Persoalan Mendasar di Dayah Budi Mesja Lamno

  • Whatsapp
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Muslem, D (baju hitam) saat mengunjungi Dayah Budi Mesja Lamno, Rabu (17/3/2021) (Foto / Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Muslem, D beserta anggotanya meninjau ulang Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Mesja Lamno di Desa Jengeut Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya, Rabu (17/3/2021) )

Peninjauan tersebut juga dihadiri Komisi C dan Komisi D serta Perwakilan Dinas Dayah, Perwakilan Dinas PUPR, Kepala Blud Spam Tirta Monmata dan perwakilan Dinas Kesehatan Aceh Jaya.

Muslem kepada republikaceh.net mengungkapkan, kunjungan tersebut dalam rangkan agenda saweu dayah terfokus dulu pada tipe A dan itu Dayah Budi Mesja Lamno. “Kegiatan tersebut yang mempelajari dan menuturkan masalah di lapangan agar kejadian singkronisasi saat Musrembang kabupaten” ujarnya.

Muslem menjelaskan, dalam tinjauan ini juga membahas sejumlah permasalah di dayah dengan pengurus, di antaranya terkait pengadaan air bersih yang belum memadai, tentang pelayanan kesehatan bagi santri hingga tentang wacana pembagunan gedung asrama bagi khafilah santri Aceh Jaya.

Selain itu, lanjutnya, dalam pertemuan singkat itu juga membahas tentang pemberdayaan ekonomi produktif bagi santri dan penerapan program dapur sehat.

“Persoalan mendasar di Dayah Budi Mesja ini terkait pengadaan air bersih. Para santri sudah sekian lama menggunakan air asin. Kita akan dorong agar permasalah ini segera teratasi” ujarnya.

Wakil Pimpinan Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Mesja Lamno, Tgk Afifuddin menjelaskan jika santri di dayah tersebut sudah lama menggunakan air asin.

“Pada beberapa disini (Dayah Budi Mesja) masalah sanitasi sangat urgensi. Termasuk kami disini mandi, semuanya dengan udara asin karena sumber udara yang ada disini hanya air sungai yang terhubung langsung dengan laut” ungkapnya.

Dia menerangkan, kondisi tersebut sudah dilalui sejak 4 tahun. Dirinya berharap, kedepannya pemkab Aceh Jaya dapat membantu tersedianya sanitasi yang memadai dan tidak asin.

“Dampak udara asin yang dirasakan bagi santri adalah tidak kusyuk saat mereka melakukan salat, karena bibir para santi melekat rasa asin. Dampak lain disaat santri cuci pakaian, busanya tidak keluar. Begitu juga disaat mereka mandi, melekatkan udara di kulit sehingga berakibat gatal- gatal -gatal Ada juga yang diare karena santri makan udara Asin “papanya.

“Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Mesja Lamno didirikan pada tahun 1963. Untuk sekarang, Jumlah Santri sebanyak 1000 jiwa. Santriwati tambahkan 750 jiwa” pungkasnya.

Sementara itu, Fahruzzaman, Kabid Pelayanan pada Dinas Kesehatan Aceh Jaya mengungkapkan, melihat permohonan dari pimpinan dayah dan juga melihat jumlah santri mencapai seribu lebih, maka sudah sangat selayaknya disediakan Pos Kesehatan Pesantren (Poskesren)

“Kami akan berkoordinasi dengan Puskesmas dan dayah tentang dan tempat akan disediakan oleh dayah, sedangkan kita akan menyediakan tenaga medis dan obat-obat,” ujar Fahruzzaman.

Tenaga medis ini, lanjutnya, juga akan berfungsi sebagai tenaga promosi kesehatan karena juga ada kondisi sanitasi yang juga perlu diperhatikan. Dengan demikian, akan terwujud sanitasi yang baik untuk dayah ini.

“Tenaga medis kita tempatkan di lokasi dayah agar memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi santri” tutupnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI