Gubernur Aceh Minta IGI Bersinergi untuk Aceh Carong

  • Whatsapp
Pembukaan Musyawarah Wilayah IGI Aceh, Sabtu (20/4/2021) (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Pemerintah Aceh memberi perhatian besar terhadap pembangunan di bidang pendidikan. Satu di antara perhatian itu adalah dengan mengalokasikan 20 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) untuk program dan kegiatan.

“Semua dikelola melalui Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh dan Majelis Pendidikan Aceh serta yang dialokasikan dalam bentuk beasiswa serta dana transfer melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh,” kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Alhudri mengutip Gubernur Aceh Nova Iriansyah, saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) ke 2 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Sabtu, 20 Maret 2021.

BACA JUGA

Hal itu mencerminkan komitmen Pemerintah Aceh terhadap pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh pada masa kini dan masa depan. Komitmen ini telah tertuang dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan “Aceh Carong”.

Program unggulan ini, kata Alhudri, bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, mampu bersaing, dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, regional dan global melalui pendidikan yang berkualitas.

“Visi, misi dan tujuan didirikan IGI sejalan, sinergi dan seiring dengan visi dan misi Pemerintah Aceh melalui Program unggulan Aceh Carong. Dengan kolaborasi yang baik maka akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan pendidikan yang berkualitas di Aceh,” kata Alhudri.

Alhudri meyakini, melalui motto sharing and growing together, IGI akan menjadi komunitas yang tepat bagi siapa saja yang peduli terhadap pentingnya memajukan pendidikan.

Gubernur Aceh, kata Alhudri, mengharapkan peran IGI bersama-sama Pemerintah Aceh untuk dapat meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidik. Sehingga yang mampu berkontribusi untuk menghadapi tantangan, hambatan dan masalah yang sangat komplek di bidang pendidikan.

Alhudri juga mengimbau semua pihak memainkan peran sesuai kewenangan masing-masing agar semua kendala dapat diselesaikan satu persatu.

“Kita harus mampu melahirkan generasi muda yang cakap religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta berkarakter keacehan yang kental,” kata Alhudri.

Sementara Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh, Imran, menyampaikan beberapa capaian yang telah dilakukan pihaknya sejak 2016. Salah satunya adalah mengadakan berbagai pelatihan berbasis digital kepada guru dan siswa sebagai upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Aceh.

“Kami terus bergerak dan melatih kemampuan guru, terutama dalam menggalakkan program literasi serta menyediakan ruang pojok baca di sekolah-sekolah guna membiasakan guru dan siswa untuk rajin membaca dan menulis,” kata Imaran.

Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan pihaknya, Imran menyebutkan telah dapat diterbitkan hampir 600 buku yang merupakan karya dari guru Aceh. Selain juga telah menggalakkan program digitalisasi dalam pembelajaran.

Dalam kegiatan yang bertema “Optimalisasi peran IGI Wilayah Aceh dalam mewujudkan guru kreatif, inovatif, dan berintegritas di era merdeka belajar” tersebut juga digelar peluncuran Jurnal IGI Aceh “Aceh Edukasi” yang merupakan media untuk menampung hasil-hasil penelitian serta inovasi pembelajaran Guru Sekolah Menengah di lingkup Dinas Pendidikan Aceh. (Ifr)

REKOMENDASI