Budidaya Lebah Kelulut Hasilkan Rupiah Bagi Pemuda Aceh Jaya ini

  • Whatsapp
Marhaban Isnan memperlihatkan madu kelulut yang telah diberi merik Queen Bee Linot, Jumat (19/3/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – Marhaban Isnan (25) memanenkan lebah kelulut (Trigona Itama) di sudut rumahnya dengan cara tradisional. Sesekali Dia bolak balik dari kotak (kadang) lebah yang satu ke lokasi kotak lainnya. Usai membakar sebagian kardus untuk menghasilkan asap, Isnan menggunakan sarung tangan plastik warna putih dan membuka kotak.

“Kegunaan asap agar dijauhkan lebah. Lebah ini lengket jika masuk ke rambut,” ujar Isnan kepada republikaceh.net, Jumat (26/3/2021) disela memisahkan inang kelulut dengan kotak yang mau dipanen.

Isnan menyatukan kotak dengan sepotong kayu lapuk sebagai tempat lebah kelulut berkembang biak. Kotak dilengketkan dibagian atas berfungsi sebagai tempat penampung madu lebah. Sedangkan kayu yang lapuk dibagian bawah berfungsi untuk menampung induk lebah dan koloni (bibit lebah).

“Setiap lebah yang ingin mengeluarkan madu akan naik keatas. Kalau anak lebah berada dibawah” jelas Isnan

Marhaban Isnan sedang memanenkan lebah kelulut, Jumat (19/3/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Dua tahun sudah Marhaban Isnan menjadi peternak lebah kelulut. Pemuda asal Desa Padang Lageun, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya dalam sekali panen memasarkan hampir 100 botol. Perbotol dengan takaran banyak madu 60 miligram yang diberi merek Queen Bee Linot.

Bukan hanya warga di desanya saja yang menjadi pembeli Queen Bee Linot milik Isnan, orang-orang dari Kecamatan lain, bahkan dari luar Aceh Jaya juga telah menjadi langganan tetap.

Memanfaatkan fasilitas apa adanya, Isnan mulai beternak lebah kelulut sejak 2018. Cara beternak Isnan mempelajarinya lewat internet, baik membaca artikel, mau pun menonton tutorial di youtube. Lalu mempraktekkannya.

Marhaban Isnan usai memanenkan lebah kelulut dipeternakan miliknya, Jumat (19/3/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Lebah kelulut berukur kecil seperti lalat, bersarang di dalam pohon, dan tidak menyengat. Pandemi bukan penghalang bagi Isnan. Saat ini, Dia melakukan budidaya madu kelulut di perkarangan rumah dengan total 20 unit kotak (kandang).

Isnan mengambil lebah kelulut dari pohon yang sudah mulai lapuk di hutan dalam kawasan Kecamatan Setia Bakti.

“Kalau panennya tidak menentu bang, kadang dalam satu bulan ada dua kali, kadang ada tiga kali, ada juga yang satu kali. Tergantung musim kembang bunga tanaman. Kalau musim bunganya berturut – turut, maka panen juga bisa berkali – kali” ujar Isnan.

Karena, lanjutnya, pakan lebah berupa nektar (cairan manis di dalam bunga tanaman) dan polen. Khasiat madu kelulut yang rasanya asam manis pun bermacam-macam, mulai dari obat batuk dan flu, bisa dikonsumsi penderita diabetes atau menambah gairah nafsu makan.

“Madu kelulut kurang pas dikombinasikan dengan makanan. Biasanya madu ini langsung diminum atau dicampur air putih,” ujar Isnan.

“Kalau omzetnya saat ini masih naik turun namun cukup menjadi modal untuk kebutuhan pengembangan agar lebih memadai” tambahnya.

Madu Kelulut milik Marhaban Isnan usai dipanen dari peternakannya, Jumat (19/3/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Uniknya, madu kelulut yang dibudidaya oleh Isnan tidak memiliki banyak peminat di Aceh Jaya, namun dari Banda Aceh, Lhokseumawe, Langsa, Aceh Barat dan Aceh Subulussalam.

“Baru – baru ini ada yang pesan dari Medan, Sumatra Utara. Karena saya mempromosikannya lewat Medsos. Walau pun jaringan internet di desa saya belum bagus, tiap malam saya harus turun ke pusat kecamatan untuk update. Perbotolnya saya jual dengan harga Rp60 ribu” ujar Isnan.

Isnan mengakui jika sekarang usaha yang sedang digelutinya belum memiliki izin, namun kedepannya akan dilakukan pengurusan.

“Insya Allah, secepatnya akan saya urus segela bentuk izin. Kalau sekarang saya fokus dulu pada pengembangan” pungkasnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI