Malik Mahmud Al Haythar: Pilkada di Aceh Harus Merujuk UU Pemerintahan Aceh

  • Whatsapp
Ketua Majelis Tinggi Tuha Peut Partai Aceh juga menjabat sebagai Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan Rapat Kerja Partai Aceh tahun 2021 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Minggu (28/3/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Takengon | republikaceh.net – Ketua Majelis Tinggi Tuha Peut Partai Aceh juga menjabat sebagai Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al Haytar menegaskan akan berupaya mewujudkan pilkada di Aceh dilaksanakan pada tahun 2022.

“Kita akan memperjuangkan pelaksanaan Pilkada di Aceh dilaksanakan pada tahun 2022” ujarnya Malik Mahmud Al Haytar saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan Rapat Kerja Partai Aceh tahun 2021 di Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Takengon, Aceh Tengah, Minggu (28/3/2021)

Menurutnya, pelaksanaan pilkada di Aceh harus merujuk pada UU Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

“Soal kapan pusat ingin melaksanakan pilkada, itu kembali ke pusat. Kita meminta pusat untuk menghormati UU Pemerintahan Aceh, yaitu pilkada di Aceh dilaksanakan dalam 5 tahun sekali” ujarnya.

Dalam sambutanya, Ketua Majelis Tinggi Tuha Peut Partai Aceh tersebut juga mengungkapkan jika Partai Aceh akan mengusung Ketua Ketua Umum DPP Partai Aceh, Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada yang akan datang.

“Ini anak saya, Muzakir Manaf adalah satu-satunya calon Gubernur Aceh dari Partai Aceh ke depan,” ujarnya

“Untuk wakil, ini kita kembalikan kepada Muzakir Manaf. Biar dia sendiri yang memilihnya. Yang penting dari kader sendiri, Kader Partai Aceh” tegasnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI