Sisihkan 5 Pesaing, Sanggar Geunta Pusaka Juara Festival Seudati Kabupaten Bireuen 2021

  • Whatsapp
Serah terima juara (Foto/Ist)

Banda Aceh | republikaceh.net – Festival Seudati Kabupaten Bireuen 2021 yang digelar sejak tanggal 26-27 Maret 2021 telah melahirkan sang juara. Sanggar Geunta Pusaka berhasil meraih skor tertinggi dari dewan juri dan menyingkirkan lima peserta lainnya.

Seorang dewan juri, Syech Dhan Geunta menyampaikan peserta yang mengikuti festival tersebut mengirim karya terbaiknya secara daring. Para dewan juri mengaku kewalahan memutuskan kelima karya peserta tersebut, lantaran karya yang ditampilkan sangat bagus.

“Namun bagaimana pun dewan juri harus memilih. Penilaian ini sudah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Untuk itu kami mengucapkan selamat bagi pemenang, dan teruslah berkarya,” ujarnya, Minggu 28 Maret 2021

Dia menjelaskan, kriteria yang dinilai dewan juri diantaranya saleum aneuk, salam syech, bak saman likok, kisah, syahih panyang, lagu lani beserta busana yang peserta tampilkan.

Masing-masing dewan juri yang menilai diantaranya Syech Dhan Geunta, Syech Muliadi Gandapura dan A Bakar AR. Mereka merupakan ahli tarian Seudati.

Syech Dhan Geunta menuturkan, juara kedua ajang Festival Seudati Bireuen 2021 diraih oleh Group Tari Seudati Meurak Terbang, posisi ketiga diraih oleh Sanggar Ban Keumang. Sementara peraih harapan I diberikan kepada Keuneubah Pusaka dan harapan II diraih oleh Bungong Kupula.

Dalam acara puncak festival Seudati tersebut turut menampilkan kalobarasi tiga Syech Seudati dan Aneuk Syahi A Bakar. AR, masing-masing yaitu Syech Dhan Geunta, Syech Muliadi Gandapura dan Syech Ketek Teu Glek Glek. Mereka merupakan anak didik sang maestro Seudati Syech La Geunta.

Sementara itu, penyerahan hadiah kepada para juara diberikan langsung oleh Kabid Bahasa dan Seni Disbudpar Aceh, Nurlaila Hamjah.

Dalam sambutannya, Nurlaila mengucapkan terima kasih pada seniman dan syech seudati karena telah ikut membantu melestarikan tarian leluhur tersebut ke generasi millenial.

“Mewariskan Tari Seudati ke generasi sekarang itu penting, demi menjaga karya seni ini tetap hidup dan bisa kita nikmati sampai kapan pun,” sebutnya.

Menurutnya, melestarikan tarian Seudati sangat penting di zaman sekarang ini. Hal itu sesuai dengan semangat festival yang mengangkat tema ‘Karya Indatue Pulang Keu Cucoe’.

“Apalagi keterlibatan anak muda dalam melestarikan tradisi leluhur memiliki dampak positif demi menjaga karya seni para indatu tetap eksis,” katanya.

Meski di tengah Pandemi Covis-19, semangat para peserta mengikuti Festival ini tidak surut. Acara juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Disbudpar Aceh.

“Pada kegiatan ini juga kita wajibkan menerapkan protokol kesehatan, menjaga jarak dan memakai masker,” pungkasnya. (***)

REKOMENDASI