Kapolres Aceh Jaya: SF Sengaja Menghilangkan Nyawa Bayi Berusia 36 Hari

  • Whatsapp
Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir (tengah) didampingi Wakapolres, Kompol Rizal Antoni (kanan) dan Kasat Reskrim, Miftahuda Dizha Fezuono (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media terkait dugaan pembunuhan bayi berusia 36 hari, Kamis (1/4/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – SF (33) warga Desa Pucok Alue, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara diduga sengaja menghilangkan nyawa bayi yang masih berusia 36 hari di Desa Tuwie Kareung, Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya pada kamis (25/3/2021) lalu.

Motif tersangka melakukan pembunuhan karena malu, diduga korban hasil perbuatan diluar nikah.

“Tersangka membunuh korban dengan cara memberikan obat anti mabuk (antimo) sebanyak tiga butir yang sudah dilarutkan kedalam air menggunakan gelas dan memberikannya secara paksa” ujar Kapolres Aceh Jaya, AKBP Harlan Amir kepada awak media, Kamis (1/4/2021) didampingi Kasat Reskrim, Miftahuda Dizha Fezuono saat konferensi pers dihalaman Mapolres setempat.

Kapolres menjelaskan, setelah melakukan aksinya, pelaku memberikan korban kembali kepada ibunya dengan alibi untuk diberikan asi karena korban menagis kencang.

Namun, lanjutnya, tidak lama kemudian korban mangalami kejang-kejang dan kesulitan bernafas. Tidak lama kemudian bayi tersebut mengeluarkan cairan yang disertakan buih darah lewat hidung dan mulut korban.

Setelah itu, tambah kapolres, korban dibawa ke puskesmas Pasie Raya untuk mendapatkan pertolongan pertama. Dalam perjalanan menuju puskesmas, korban meninggal dunia.

“Kami berhasil membekuk pelaku dalam kurun waktu 1 kali 24 jam. Saat ini, pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di rutan Mapolres Aceh Jaya guna proses penyidikan,” tutupnya.

Pelaku di jerat Pasal 338 Jo 340 KUHP, dengan tuntutan pidana penjara 15 atau 20 tahun, dan atau seumur hidup sampai dengan hukuman mati.

Sebelumnya, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Jaya beserta personel Polsek Teunom mengamankan SF, pelaku dugaan pembunuhan MA, bayi berusia 36 hari di Aceh Jaya.

Pelaku SF merupakan kakek tiri dari korban berinisial MA yang merupakan anak dari DA. Sedang DA merupakan anak tiri dari SF. (Zahlul Akbar)

 

REKOMENDASI