Diduga, Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Lawe Alas menggunakan Material Ilegal

  • Whatsapp
Pembangunan Pengaman Tebing Sungai Lawe Alas sepanjang 750 meter yang tengah dikerjakan di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, Rabu (31/3/2021) (Foto/Jeni)

Kutacane | republikaceh.net – Pembangunan Pengaman tebing Sungai Luwe Alas dengan panjang 750 meter yang sedang dikerjakan di Desa Pedesi, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, diduga menggunakan material tidak memiliki izin alias ilegal.

Pantauan republikaceh.net di lokasi, Rabu (31/03/2021), terlihat para pekerja yang sedang bekerja menggunakan alat berat jenis ekscavator sedang memindahkan material batu dimasukkan kedalam susunan kawat bronjong penahan tebing sungai lawe alas.

Dugaan material tidak memiliki izin tersebut terindikasi dari hasil konfirmasi republikaceh.net dengan Irwandi, selaku konsultan pengawas pekerjaan, Rabu (31/3/2020)

Irwandi menyebutkan, batu atau meterial tersebut dibawa dari lokasi galian C yang berlokasi di Desa Buah Pala Kecamatan Lawe Sumur.

Satu unit alat berat jenis ekscavator sedang memindahkan material batu dimasukkan kedalam susunan kawat bronjong penahan tebing sungai lawe alas, Rabu (31/3/2021) (Foto/Jeni)

Irwandi juga mengungkapkan, jika dirinya lupa nama galian C di Desa Buah Pala tersebut.

“Material untuk proyek ini didatangkan dari galian C yang berada di Desa Buah Pala, nama galian c nya saya lupa”, ujarnya.

“Mana mau kita memakai Galian C yang tidak memiliki izin” lanjut Irwandi, Ketika ditanyakan terkait izin galian C yang dikontrak oleh rekanan proyek tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (PMPTSP) Aceh Tenggara, Edi Sufriadi, saat di konfirmasi republikaceh.net diruangannya memperlihatkan perusahaan Galian C yang terdaftar izin di Aceh Tenggara.

Perusahaan tersebut, diantaranya, PT. M.Mufty Desky di Desa Kute Cingkam, Kecamatan Lawe Alas. UD.Tunas Baru di Desa Mbatu Bulan, Kecamatan Babussalam. UD. Khambung Tubung, Kecamatan Babul Rahmah dan UD.Mega Perkasa di Desa Suka Damai, Kecamatan Lawe Sigala-gala.

Penulusuran republikaceh.net di Lpse.pu.go.id, proyek tersebut bersumber dari APBN dimenangkan oleh PT. Polada Mutiara Aceh, yang beralamat Jalan Iskandar Muda No. 5 Sigli – Pidie, dengan anggaran Rp 21 miliar lebih. Sementara konsultan pengawas proyek tersebut PT Geodimanik Konsultan KSO CV Segitiga Emas. (Jeni)

REKOMENDASI