Baru Beberapa Bulan di Bangun, Pasar Rakyat Terpadu Terutung Payung Rusak Parah

  • Whatsapp
Pasar Rakyak Terpadu Terutung Payung, Rabu (7/4/2021) (Foto / Ist)

Kutacane | repulikaceh.net – Ambruknya beberapa bagian kontruksi bangunan fisik pada Pasar Rakyat terpadu di Terutung Payung, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, kuat dugaan akibat rekanan (kontraktor) yang bekerja tidak profesional.

Hal tersebut diungkapkan, Nasrul Zaman MKS selaku pengamat kebijakan publik Provinsi Aceh kepada kepada republikaceh.net via WhatsApp Rabu (7/4/2021).

Menurutnya, dalam menangani sebuah paket pekerjaan proyek termasuk proyek revitalisasi pasar rakyat, pihak rekanan harus bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dan Standar Operasional Prosedur (SOP), sehingga pengerjaan proyek sesuai dengan spesifikasi maka tentunya proyek tersebut tidak menuai masalah.

“Ini adalah dampak dari kurang profesionalnya pihak rekanan (kontraktor) dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan mengakibatkan gedung pasar rakyat terpadu yang baru beberapa bulan dibangun kini sudah mengalami kerusakan parah. Kerusakan kontruksi bangunan fisik itu seperti bagian atap, plafon dan kontruksi lain ambruk kedasar lantai,” katanya.

Anehnya, lanjut Nasrul, kerusakan parah beberapa bagian kontruksi bangunan tersebut bukan disebabkan karena faktor cuaca atau kondisi alam. Akan tetapi kerusakan diduga disebabkan karena pekerjaan proyek tersebut.

Pihak rekanan, tuding Nasrul mengerjakan tidak sesuai dengan standar spesifikasi teknis pekerjaan.

Menurutnya lagi, sebab kontruksi bagian plafon dan atap, merupakan bagian yang sangat penting dari bangunan, seharusnya dalam pengerjaan proyek pihak rekanan bisa mengukur kekuatan kontraksi sesuai dengan kondisi di lapangan, termasuk kecepatan angin. Sehingga masyarakat menilai  pengerjaan proyek itu tidak asal-asalan, sebab tidak sedikit uang untuk membangun pasar terpadu itu tapi menelan miliyaran rupiah.

Pasal, lanjut Nasrul Zaman MKS, bahwa pengerjaan proyek tersebut kurangnya pengawasan dari pihak terkait. Seharusnya sejak awal pekerjaan proyek pihak pengawas proyek sudah mewanti-wanti pihak rekanan atau kontraktor pelaksana dalam mengerjakan proyek, agar struktur atap dan plafon yang sudah dikerjakan itu mampu mengantisipasi kondisi angin dan hujan yang cenderung deras di wilayah Aceh Tenggara. Sehingga dalam melaksanakan tugas nya sebagai pengawas proyek diduga tidak profesional dan lalai dalam menjalankan tupoksi nya selaku pengawas.

“Pihak pengawas proyek tersebut diduga tidak serius melakukan pengawasan, atau jangan-jangan oknum pengawas sudah menerima setoran atau upeti dari pihak rekanan. Sehingga kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis pekerjaan dan menyimpang dari RAB” pungkasnya.

“Berdasarkan pembangunan proyek revitalisasi pasar rakyat Terutung Payung Kecamatan Bambel Aceh Tenggara itu anggaranya sekitar Rp 2,2 Miliyar yang bersumber dari APBN Pusat tahun 2020” tutupnya. (Jeni).

REKOMENDASI