Lakukan Reses, Ketua Baleg DPRA Serap Aspirasi Petani Padi Aceh Jaya

  • Whatsapp
Ketua Baleg DPRA memberikan arahan kepada peserta pada pelaksanaan Reses di Gedung Kesenian, Calang, Aceh Jaya, Selasa (6/4/2021) (Foto/Zahlul Akbar)

Calang | republikaceh.net – Ketua Badan Legislasi (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Azhar Abdurrahman menggelar Reses I Tahun Anggaran 2021 di Daerah Pemilihan (Dapil) 10 Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue dari tangal 1 sampai 8 April 2021.

Pertemuan perdana yang di mulai dari Aceh Jaya bertempat di Gedung Kesenian Calang, Selasa, (6/4/2021) diikuti oleh ratusan konstituen (Petani Padi).

Sebelum kegiatan tersebut berlangsung, konstituen dibagikan masker dan hendsanitizer serta juga disediakan tempat cuci tangan guna menghindari penyebaran COVID-19 yang saat ini masih belum ada tanda-tanda berakhir.

“Kita terus mengupayakan setiap kegiatan yang kita gelar dapat memenuhi standar pencegahan COVID-19, maka upaya menyediakan fasilitas pendukung selalu menjadi perhatian penting kita” sebut Azhar.

Pada kesempatan tersebut, Azhar mengatakan, untuk menjadi padi yang baik maka perlu pengelolaan dengan baik, sehingga dari hulu sampai hilir bisa memanfaatkan pengolahan tanah dan menggunakan benih yang baik.

Hal tersebut, perlu disalurkannya safprodi pupuk dan juga pengolahan lahan serta paska panen, sehingga padi tersebut bisa dibeli kembali oleh Badan Usaha Milik Gampong (BUMG).

Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sendiri bisa mengolah padi petani setempat dan menjual dalam bentuk beras.

Pada pertemuan tersebut, Azhar mengundang ketua-ketua kelompok tani padi seluruh Aceh Jaya dengan menghadirkan narasumber Tgk Munirwan di tengah-tengah petani padi di Aceh Jaya.

“Sebagai mana kita ketahui Tgk Munirwan sudah sukses membina petani padi didaerahnya. Dengan hadirnya Tgk Munirwan sebagai narasumber pada Reses kali ini ditengah-tengah petani Aceh Jaya diharapkan agar bisa membangkitkan semangat petani Aceh Jaya kedepan” ujarnya.

Azhar menambahkan, pengtingnya petani memahami dalam melakukan pengelolaan padi yang baik sehinggga menghasilkan dan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Hal ini perlu binaan Balai Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian juga perlu pendampingan yang baik sehingga petani telah merasakan adanya nilai tambah secara simultan” ujar.

Azhar mengharapkan kepada Pemerintah Aceh Jaya agar melakukan ploting perencanaan pembangunan saluran air, baik irigasi kewenangan kabupaten maupun provinsi.

“Sehingga secara bertahap membangun sarana kesediaan air guna memenuhi kebutuhan persawahan,” pungkasnya. (Zahlul Akbar)

REKOMENDASI