Nongkrong Larut Malam dan Berpakaian Ketat, 7 Orang Diamankan Satpol PP dan WH Tenggara

  • Whatsapp
Personil WH dan Sat Pol PP saat menertibkan 7 orang yang nongrong hingga larut malam, Jumat (7/5/2021) (Foto/Ist)

Kutacane | republikaceh.net – Lima perempuan dan dua waria di Aceh Tenggara diamankan polisi syariat atau Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) pada Jumat (7/5/2021) pukul 00.30 WIB. Mereka ditangkap karena menongkrong sampai larut malam dan mengenakan pakaian ketat.

Kasatpol PP dan WH Aceh Tenggara, Rahmad Fadli, S.STP., MM saat dikonfirmasi kepada Wartawan menuturkan, perempuan dan waria itu melanggar Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam.

BACA JUGA

Fadli menjelaskan, tujuh orang itu, di ditangkap di cafe dalam kawasan Kota. “ada laporan, masyarakat resah melihat mereka yang nongkrong larut malam dengan pakaian yang tidak sewajarnya”ujarnya

Menurut Fadli, saat ini para wanita remaja, mahasiswa maupun dewasa kurang mematahui Qanun Syariat Islam. Mereka tidak lagi segan berbusana ketat di depan umum dan ini dilarang di Aceh karena bertentangan dengan Qanun Syariat Islam.

“Dari beberapa perempuan dan waria itu, waktu kami tanyakan kartu identitas tidak ada. KTP-nya tidak ada, jadi arahan dari saya bagi yang tidak ada KTP dan yang berbaju ketat, dibawa ke kantor untuk pendataan, kemudian dilakukan pembinaan,” kata Fadli.

Menurut Fadli, penegakan syariat Islam tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena dibutuhkan komitmen seluruh lapisan masyarakat agar syariat Islam dapat membumi dan terus lestari di bumi sepakat segenap yang kita cintai ini.

“Saya berharap seluruh unsur penegak syariat Islam dapat membangun koordinasi dan sinergitas dan merangkul seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara, untuk peka dan peduli terhadap berbagai pelanggaran syariat Islam,” Jelas Fadli.

Sementara itu, Idhamni Anggota Komunitas Pemuda Islam (KOPI) Aceh saat berada di lokasi kejadian mengatakan, sangat mengapresiasi kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Tenggara, karna begitu ada laporan masyarakat, langsung bertindak cepat kelokasi tersebut.

Idham juga berharap Satpol PP dan WH Aceh Tenggara, untuk tetap konsisten Dalam Penegakan Syariat Islam. (Riko).

REKOMENDASI