Makam Anggota GAM Bermarga Lubis, Disisi Ahmad Kandang

  • Whatsapp
Penulis (Foto/Ist)

Tidak ada informasi, apa motivasi Robin terlibat dalam GAM, padahal dirinya bukan orang Aceh. Namun dia tidak peduli, dan semakin sering bergaul dengan para gerilyawan GAM hingga semakin kuat tekadnya ingin bergabung bersama mereka”

Oleh: Nurul Qamar Isa

Sejumlah mantan kombatan GAM Kuta Pase, tepat hari raya Idul Fitri ke empat kembali Adakan Ziarah dan doa bersama di komplek Kuburan Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Samudera Pase, Almarhum Ahmad Kandang, di Gampong Leuhong Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara, Minggu 16 Mei 2021.

Komplek Makam tersebut terdapat empat makam yang berdampingan, Semua yang dikuburkan disitu adalah Pejuang Gerakan Aceh Merdeka yang gugur disaat berperang dengan Pemerintah Indinesia diawal Tahun 2.000an.

Berjejer yang dikubur disana adalah, Muhammad bin Rasyid, yang lebih popupler dengan nama Ahmad Kandang, Bakhtiar bin Ramli alias Pitung, Muhammad Tahir bin Ubit alias Pawang Apui. Satu kubur lagi milik Robin bin Ucok, salah seorang anggota Pasukan GAM Wilayah Samudra Pasee keturunan Batak bermarga Lubis.

Robin lahir pada tahun 1981 di Sumatera Utara, Pada usia kanak-kanak Ibunya menikah lagi dengan pria Aceh, Robin pun ikut diboyong menetap di Gampong Blang Aceh, Kecamatan Tanah Luas Kabupaten Aceh Utara. Masyarakat setempat mengenal Robin sebagai anak yang baik serta rajin sholat, temannya menilai dia sebagai seorang pemberani dan setia kawan.

Tidak ada informasi, apa motivasi Robin terlibat dalam GAM, padahal dirinya bukan orang Aceh. Namun dia tidak peduli, dan semakin sering bergaul dengan para gerilyawan GAM hingga semakin kuat tekadnya ingin bergabung bersama mereka.

Pada awal tahun 2000 Robin sudah ikut membantu para anggota GAM yang melintas atau singgah di kampung tempat tinggalnya. Akhirnya Robin dipercaya oleh GAM sebagai “anak radio” sebuah Radio HT selalu melekat di dirinya.

Robin diperintah bertugas sebagai pemantau gerakan TNI/Polri, dan dia selalu update memberi informasi kepada pasukan GAM. Seiring berjalannya waktu, kinerja Robin membantu GAM semakin baik. Sebagai unit informasi GAM, Robin acap membantu pasukan GAM dalam melakukan serangan terhadap TNI/Polri. Berkat data informasi yang dimilikinya, dia bahkan mampu membuat peta serangan.

Kiprah Robin dalam Gerakan Aceh Merdeka berakhir, dia tertembak pada sebuah pertempuran di kampung Bayi Kecamatan Tanah Luas kabupaten Aceh Utara pada tanggal 16 Agustus 2001.

Saat itu GAM melakukan penghadangan terhadap regu patroli sepeda motor TNI PAM Provit Exxon Mobil. Ada beberapa personil TNI menjadi korban, sebagian lagi berhasil mundur menyelamatkan diri. Setelah serangan dirasa cukup, pasukan penghadangpun Mundur. Robin yang menyaksikan ada anggota TNI yang terkapar menyarankan untuk mengambil senjata mereka. Namun komandan GAM melarangnya dan memerintahkan segera mundur.

Robin merasa yakin anggota TNI yang korban ditengah jalan tadi telah meninggal dunia. diam diam dia balik ke lokasi seorang diri. Dia merangkak kearah korban. Setelah Robin mendekat, tiba-tiba sebuah tembakan menghantam tubuhnya, Robin pun rubuh telungkup, Menindih Radionya. Dia di tembak oleh seorang anggota TNI yang masih selamat dari penghadangan tadi dan bersembunyi di Bak Wudhu sebuah Mesjid yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa teman Robin pun datang coba menolongnya, namun gagal karena beberapa mobil Panser pasukan bantuan TNI berdatangan, kontak tembak babak kedua pun meletus. Namun tidak berlangsung lama karena pasukan GAM memilih segera menghindar.

Akhirnya Robin dikabarkan meninggal dunia, dan kemudian dimakamkan disamping kuburan Ahmad Kandang, seorang tokoh GAM yang sangat dikaguminya.

  • Penulis adalah mantan Dokter Militer GAM Komando Piranha

REKOMENDASI