Enam Saksi Diperiksa Jaksa Terkait Kasus Korupsi PT ASABRI, Batubara Sarolangun dan BPJS Ketenagakerjaan

  • Whatsapp
Kapuspenkum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, (Foto/Ist)

Jakarta | republikaceh.net – Tim Jaksa Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa enam orang saksi terkait kasus korupsi PT ASABRI, Batubara Sarolangun dan BPJS Ketenagakerjaan, Senin, 7 Juni 2021.

Hal ini dikatakan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui rilis yang diberikan.

Leo mengungkapkan, dari enam saksi yang diperiksa, tiga saksi diantaranya diperiksa jaksa terkait kasus korupsi PT ASABRI. Sementara, tiga lainnya diperiksa terkait kasus korupsi Batubara Sarolangun dan BPJS Ketenagakerjaan.

“Saksi yang diperiksa terkait kasus PT ASABRI yaitu FP selaku Direktur Utama PT Recapital Asset Management yang diperiksa terkait pendalaman Manajer Investasi (MI), FB selaku Mantan Fund Manager PT Kharisma Asset Management (Februari 2010 hingga Juni 2016) dan Mantan Direktur PT Pool Advista Aset Manajemen (Juni 2016 hingga Maret 2020 yang diperiksa mengenai klarifikasi terkait pendalaman Manajer Investasi (MI) serta TS selaku Wiraswasta yamg diperiksa terkait klarifikasi terkait blokir SID,” ungkapnya.

Kemudian, dua saksi terkait kasus Batubara Sarolangun yakni HJ selaku Mantan Komisaris Independen PT Antam, Tbk. tahun 2010 yang diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT Indonesia Coal Resources (ICR) dan MH selaku Mantan Komisaris Independen PT Antam, Tbk. tahun 2010 yang diperiksa mekanisme/Standard Operating Procedure (SOP) akuisisi PT Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT Indonesia Coal Resources (ICR).

“Untuk kasus korupsi BPJS Ketenagakerjaan saksi yang diperiksa adalah SW selaku Ketua dan CEO Corfina Group, ia diperiksa terkait transaksi saham milik BPJS Ketenagakerjaan,” kata Kapuspenkum.

Pemeriksaan saksi ini dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan perkara yang dimaksud guna menemukan fakta hukumnya.

“Pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan Covid-19,” tutup Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak. (***)

REKOMENDASI